Perubahan iklim telah menjadi ancaman signifikan terhadap sektor Water, Sanitation, and Hygiene (WASH), di Kelurahan Keputih. Gangguan hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan secara langsung merusak infrastruktur WASH rumah tangga, meningkatkan risiko penyakit berbasis air, dan memperburuk masalah kesehatan Masyarakat kota Surabaya, terutama di daerah padat penduduk dan rumah berdekatan. Adaptasi WASH yang tangguh (seperti pembangunan sanitasi anti-banjir dan manajemen air mandiri) sangat krusial, namun keberhasilannya bergantung pada inisiatif dan investasi dari rumah tangga itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara Persepsi Risiko Perubahan Iklim rumah tangga dengan Adopsi Strategi Adaptasi WASH di Kelurahan Keputih. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kuantitatif melalui survei cross-sectional terhadap sampel rumah tangga yang berisiko. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur persepsi risiko, sosial ekonomi dan tingkat adopsi adaptasi WASH. Analisis data menggunakan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan Persepsi Risiko berpengaruh positif dengan koefisien 0,169 dan Sosial-Ekonomi juga berpengaruh positif dengan koefisien 0,332, sehingga semakin tinggi persepsi risiko dan sosial-ekonomi rumah tangga, maka semakin tinggi pula kecenderungan rumah tangga dalam melakukan adopsi adaptasi WASH. Nilai R-square sebesar 0,176 menunjukkan bahwa Persepsi Risiko dan Sosial-Ekonomi mampu menjelaskan variasi Adopsi Adaptasi sebesar 17,6%. Dengan demikian penguatan adaptasi WASH perlu didukung oleh literasi risiko, akses informasi, dukungan sosial, dan peningkatan kapasitas sosial-ekonomi rumah tangga.
Perpustakaan Digital ITB