digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

abstrak_Putri Sri Rahayu [13322024]
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab II
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab III
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Separator produksi pada fasilitas pengolahan gas Senoro dilengkapi dengan fungsi keselamatan SIF-16 untuk memitigasi liquid overflow. Subsistem sensornya yang semula menggunakan Guided Wave Radar (GWR) kerap memberikan pembacaan level yang tidak konsisten, sehingga SIF-16 sempat dinonaktifkan. Sensor kemudian diganti menjadi magnetostriktif pada Juni 2020, tetapi keputusan Management of Change (MOC) tersebut belum disertai perhitungan Safety Integrity Level (SIL). Laju kegagalan yang menjadi basis perhitungan juga masih bersumber dari sertifikat manufaktur dan belum mencerminkan kondisi aktual. Penelitian ini bertujuan memberikan justifikasi kuantitatif terhadap keputusan MOC. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan deteksi anomali Local Outlier Factor (LOF) dengan Inferensi Bayesian. Bukti kegagalan operasional diperoleh dari data historian pembacaan sensor per jam selama satu tahun sebelum dan sesudah penggantian, dengan validasi silang terhadap sinyal Basic Process Control System untuk memisahkan kegagalan instrumen dari dinamika proses. Laju kegagalan dari sertifikat instrumen berspesifikasi setara disusun sebagai distribusi prior, kemudian diperbarui oleh temuan kegagalan operasional menjadi distribusi posterior. Estimasi laju kegagalan aktual dari distribusi posterior menjadi masukan perhitungan Probability of Failure on Demand (PFDavg) dan verifikasi SIL. Diperoleh 86 jam kegagalan pada 8.612 jam operasi era GWR dan 84 jam kegagalan pada 8.651 jam operasi era magnetostriktif. Estimasi laju kegagalan meningkat 62,38 kali terhadap nilai prior GWR dan 12,78 kali pada magnetostriktif, dengan laju kegagalan aktual GWR 7,97 kali lebih tinggi daripada magnetostriktif. Era GWR mencapai SIL 1 dengan PFDavg total 3,656 × 10-2, sedangkan era magnetostriktif memenuhi SIL 2 dengan PFDavg total 5,848 × 10-3. Penggantian teknologi sensor meningkatkan capaian SIF-16 sebesar satu tingkatan SIL dan menurunkan PFDavg total 6,25 kali. Temuan ini menjustifikasi keputusan MOC secara kuantitatif dan menunjukkan bahwa deteksi anomali LOF dengan pembaruan Bayesian dapat menjadi alternatif praktis untuk memenuhi justifikasi prior use sesuai rekomendasi IEC 61511 pada fasilitas proses dengan catatan kegagalan yang terbatas.