digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Moira Tabina Zayn
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) baja memiliki kekakuan lateral rendah, sehingga perancangan elemennya umumnya dikendalikan oleh batas simpangan antar tingkat, bukan kapasitas kekuatan. Penelitian ini membandingkan efisiensi massa dan kinerja seismik terhadap struktur baja pada dua kriteria optimasi elemen serta letak konfigurasi penempatan elemen SRPMK. Empat model gedung perkantoran sepuluh lantai berukuran 56 m × 56 m di Jakarta pada kelas situs SE menggunakan material baja SN490B. Model 1 dan model 3 memenuhi seluruh ketentuan SNI termasuk simpangan dan P-Delta, sedangkan Model 2 dan model 4 dioptimasi hingga rasio kapasitas 0,9–1,0 tanpa meninjau persyaratan mengenai batas simpangan antar lantai. Evaluasi menggunakan analisis ragam spektrum respons dan pushover nonlinier sesuai ASCE 41. Hasil menunjukkan optimasi berbasis rasio kapasitas menghemat massa baja SRPMK 41,86% untuk model 2 terhadap model 1 dan 31,92% untuk model 4 terhadap model 3, namun hanya menurunkan berat seismik total struktur 1,99% untuk model 2 terhadap model 1 dan 2,48% model 4 terhadap model 3, sementara kekakuan lateral berkurang signifikan dan periode fundamental yang bertambah. Model yang memenuhi ketentuan SNI mencapai tujuan keselamatan dasar, sedangkan kedua model optimasi gagal mencapai tingkat kinerja Life Safety pada gempa DBE dan persyaratan simpangan antar tingkat terbukti berperan sebagai pengendali kinerja keruntuhan.