digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh metode pengolahan Honey Process dan tingkat roasting terhadap karakteristik sensorik serbuk dan fisik kopi arabika (Coffea arabica) dan liberika (Coffea liberica). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor dengan empat ulangan, faktor pertama adalah jenis kopi (arabika dan liberika) dan faktor kedua adalah tingkat roasting (light, medium, dan dark). Pengujian dilakukan terhadap susut bobot, kadar air, warna (L*, a*, b*), pH, dan sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis kopi dan variasi tingkat roasting tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada parameter yang diuji dengan p-value lebih besar dari 0.05 pada semua parameter yang diuji, yaitu susut bobot (0.503), kadar air (0.720), warna L* (0.733), warna a* (0.953), warna b* (0.744), dan pH (0.749). Uji sensorik menunjukkan bahwa kopi arabika dengan tingkat roasting light memperoleh nilai sensori warna 2.4 (agak keruh dan pucat), aroma 2.6 (cukup kuat), rasa 3 (cukup seimbang antara pahit, asam, dan manis), dan after-taste 2.4 (lemah). Sebaliknya, kopi liberika dengan tingkat roasting medium memperoleh skor maksimum 4.0 pada seluruh parameter sensori, yaitu warna jernih pekat, aroma sangat kuat (khas dan kompleks), rasa seimbang dan kompleks, serta after-taste yang sangat kuat. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun tidak terdapat perbedaan signifikan pada interaksi jenis kopi dan variasi roasting terhadap parameter fisik, perbedaan karakteristik sensorik antara jenis kopi dan tingkat roasting tetap menunjukkan variasi yang dapat digunakan untuk optimasi proses produksi kopi.