Budidaya tanaman tomat (Solanum lycopersicum) sering menghadapi kendala akibat
serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menurunkan produktivitas.
Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan berisiko menimbulkan dampak negatif
bagi lingkungan dan kesehatan, serta dapat memicu fitotoksik pada tanaman. Bio-oil
tembakau (Nicotiana tabacum) berpotensi dikembangkan sebagai pestisida alternatif
yang ramah lingkungan karena mengandung senyawa bioaktif penekan OPT. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi dan frekuensi bio-oil
tembakau terhadap parameter pertumbuhan dua varietas tomat (Solanum lycopersicum)
Var. Tymoti (hibrida) dan Tora IPB (non-hibrida). Penelitian dirancang menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga faktor, yaitu varietas,
konsentrasi bio-oil tembakau, dan frekuensi aplikasi. Data kemudian dianalisis
menggunakan LMM (Linear Mixed Model) dengan taraf kepercayaan 5%. Apabila hasil
analisis menunjukkan pengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjut menggunakan Tukey
Honestly Significant Difference (Tukey HSD) untuk membandingkan rata-rata antar
perlakuan. Parameter yang diamati meliputi tinggi batang, jumlah daun, diameter
batang, kadar klorofil, jumlah buah, dan bobot total buah per tanaman. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara perlakuan konsentrasi
dengan parameter vegetatif tomat hibrida dan non-hibrida, namun konsentrasi bio-oil
masih dalam batas yang aman untuk menunjang tinggi tanaman, jumlah daun, diameter
batang, serta kadar klorofil dibandingkan kontrol. Terdapat pengaruh yang signifikan
antara perlakuan frekuensi aplikasi dengan parameter vegetatif tomat hibrida dan nonhibrida, dengan frekuensi aplikasi 6 hari sekali memberikan respons pertumbuhan yang
lebih optimal.
Aplikasi bio-oil dengan konsentrasi 12 mL/L setiap 6 hari sekali pada varietas hibrida
memperlihatkan parameter generatif terbaik, dengan bobot total buah tertinggi rata-rata 400
g per tanaman dengan jumlah buah rata- rata 13 buah per tanaman. Dari keseluruhan
perlakuan, tomat varietas Tymoti F1 dengan konsentrasi bio-oil 16 mL/L yang diaplikasikan
setiap 6 hari sekali menunjukkan hasil yang paling baik dibandingkan kombinasi perlakuan
lain. Berdasarkan hasil penelitian, interval konsentrasi bio-oil tersebut masih terbilang aman
dan tidak mengancam petumbuhan tanaman tomat, sehingga berpotensi digunakan sebagai
alternatif pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan dan mendukung budidaya tomat
berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB