digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Faiha Putri Nabila
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

Budidaya tanaman tomat (Solanum lycopersicum) sering menghadapi kendala akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menurunkan produktivitas. Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan berisiko menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan, serta dapat memicu fitotoksik pada tanaman. Bio-oil tembakau (Nicotiana tabacum) berpotensi dikembangkan sebagai pestisida alternatif yang ramah lingkungan karena mengandung senyawa bioaktif penekan OPT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi dan frekuensi bio-oil tembakau terhadap parameter pertumbuhan dua varietas tomat (Solanum lycopersicum) Var. Tymoti (hibrida) dan Tora IPB (non-hibrida). Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga faktor, yaitu varietas, konsentrasi bio-oil tembakau, dan frekuensi aplikasi. Data kemudian dianalisis menggunakan LMM (Linear Mixed Model) dengan taraf kepercayaan 5%. Apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh nyata, maka dilakukan uji lanjut menggunakan Tukey Honestly Significant Difference (Tukey HSD) untuk membandingkan rata-rata antar perlakuan. Parameter yang diamati meliputi tinggi batang, jumlah daun, diameter batang, kadar klorofil, jumlah buah, dan bobot total buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara perlakuan konsentrasi dengan parameter vegetatif tomat hibrida dan non-hibrida, namun konsentrasi bio-oil masih dalam batas yang aman untuk menunjang tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, serta kadar klorofil dibandingkan kontrol. Terdapat pengaruh yang signifikan antara perlakuan frekuensi aplikasi dengan parameter vegetatif tomat hibrida dan nonhibrida, dengan frekuensi aplikasi 6 hari sekali memberikan respons pertumbuhan yang lebih optimal. Aplikasi bio-oil dengan konsentrasi 12 mL/L setiap 6 hari sekali pada varietas hibrida memperlihatkan parameter generatif terbaik, dengan bobot total buah tertinggi rata-rata 400 g per tanaman dengan jumlah buah rata- rata 13 buah per tanaman. Dari keseluruhan perlakuan, tomat varietas Tymoti F1 dengan konsentrasi bio-oil 16 mL/L yang diaplikasikan setiap 6 hari sekali menunjukkan hasil yang paling baik dibandingkan kombinasi perlakuan lain. Berdasarkan hasil penelitian, interval konsentrasi bio-oil tersebut masih terbilang aman dan tidak mengancam petumbuhan tanaman tomat, sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan dan mendukung budidaya tomat berkelanjutan.