digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keberagaman gender Dewan Komisaris, keberagaman gender Dewan Direksi, kinerja lingkungan, dan pengungkapan emisi karbon terhadap kinerja keuangan pada 60 perusahaan sektor energi, bahan baku, dan industri yang mendukung pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model dan menerapkan one-year lag untuk mengurangi potensi reverse causality. Analisis dilakukan terhadap 180 observasi firm-year serta dilengkapi dengan analisis sub-sampel perusahaan pertambangan dan non-pertambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman gender Dewan Komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap ROA dan ROE. Sebaliknya, keberagaman gender Dewan Direksi tidak berpengaruh signifikan pada sampel gabungan, tetapi berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA dan ROE pada perusahaan pertambangan serta positif signifikan terhadap ROE pada perusahaan non-pertambangan. Kinerja lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA maupun ROE, sedangkan pengungkapan emisi karbon berpengaruh negatif signifikan terhadap kedua ukuran kinerja keuangan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa transisi regulasi keberlanjutan Indonesia selama 2021–2024 meningkatkan tuntutan terhadap tata kelola dan transparansi pengungkapan. Namun, belum adanya ketentuan yang mewajibkan keberagaman gender dewan menyebabkan pengaruhnya masih bergantung pada critical mass di masing-masing industri, berbeda dengan pengungkapan emisi karbon yang semakin seragam setelah penerapan kebijakan penetapan harga karbon melalui Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertahankan keberagaman gender pada tingkat Dewan Komisaris sekaligus memperkuat kepemimpinan perempuan, khususnya di sektor pertambangan. Selain itu, pengungkapan emisi karbon perlu bergeser dari sekadar penyampaian komitmen menuju pelaporan biaya dan investasi penurunan emisi agar menjadi sinyal jangka panjang yang lebih kredibel. Kata Kunci: keberagaman gender dewan, tata kelola dua tingkat, kinerja lingkungan, pengungkapan emisi karbon, kinerja keuangan, sektor selaras NDC, Data Panel