2026 SK PP CAMELIA RIZKY KHAERUNNISA PURNOMO 19023084 COVER-6
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP CAMELIA RIZKY KHAERUNNISA PURNOMO 19023084 BAB 1-1
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP CAMELIA RIZKY KHAERUNNISA PURNOMO 19023084 BAB 2-2
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP CAMELIA RIZKY KHAERUNNISA PURNOMO 19023084 BAB 3-3
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP CAMELIA RIZKY KHAERUNNISA PURNOMO 19023084 BAB 4-4
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP CAMELIA RIZKY KHAERUNNISA PURNOMO 19023084 BAB 5-5
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP CAMELIA RIZKY KHAERUNNISA PURNOMO 19023084 PUSTAKA-8
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keberagaman gender Dewan Komisaris,
keberagaman gender Dewan Direksi, kinerja lingkungan, dan pengungkapan emisi karbon
terhadap kinerja keuangan pada 60 perusahaan sektor energi, bahan baku, dan industri yang
mendukung pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dan terdaftar
di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian menggunakan regresi data panel
dengan Random Effect Model dan menerapkan one-year lag untuk mengurangi potensi
reverse causality. Analisis dilakukan terhadap 180 observasi firm-year serta dilengkapi
dengan analisis sub-sampel perusahaan pertambangan dan non-pertambangan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa keberagaman gender Dewan Komisaris berpengaruh positif
signifikan terhadap ROA dan ROE. Sebaliknya, keberagaman gender Dewan Direksi tidak
berpengaruh signifikan pada sampel gabungan, tetapi berpengaruh negatif signifikan
terhadap ROA dan ROE pada perusahaan pertambangan serta positif signifikan terhadap
ROE pada perusahaan non-pertambangan. Kinerja lingkungan tidak berpengaruh signifikan
terhadap ROA maupun ROE, sedangkan pengungkapan emisi karbon berpengaruh negatif
signifikan terhadap kedua ukuran kinerja keuangan tersebut. Temuan ini menunjukkan
bahwa transisi regulasi keberlanjutan Indonesia selama 2021–2024 meningkatkan tuntutan
terhadap tata kelola dan transparansi pengungkapan. Namun, belum adanya ketentuan yang
mewajibkan keberagaman gender dewan menyebabkan pengaruhnya masih bergantung pada
critical mass di masing-masing industri, berbeda dengan pengungkapan emisi karbon yang
semakin seragam setelah penerapan kebijakan penetapan harga karbon melalui Peraturan
Presiden Nomor 98 Tahun 2021. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertahankan
keberagaman gender pada tingkat Dewan Komisaris sekaligus memperkuat kepemimpinan
perempuan, khususnya di sektor pertambangan. Selain itu, pengungkapan emisi karbon perlu
bergeser dari sekadar penyampaian komitmen menuju pelaporan biaya dan investasi
penurunan emisi agar menjadi sinyal jangka panjang yang lebih kredibel.
Kata Kunci: keberagaman gender dewan, tata kelola dua tingkat, kinerja lingkungan,
pengungkapan emisi karbon, kinerja keuangan, sektor selaras NDC, Data Panel
Perpustakaan Digital ITB