Program pensiun merupakan bentuk perlindungan finansial bagi karyawan setelah memasuki masa pensiun. Dalam program pensiun manfaat pasti, pemberi kerja perlu memastikan bahwa dana yang tersedia mampu memenuhi kewajiban pembayaran manfaat di masa mendatang. Perhitungan kewajiban dana pensiun menggunakan metode Aggregate Cost (AGG) berbasis model multiple decrement (MD) empat penyebab keluar, yaitu: pensiun normal, kematian, disabilitas, dan pengunduran diri. Sebagai studi kasus, digunakan data peserta aktif Perusahaan ABC per 1 Januari 2025 dengan periode proyeksi 30 tahun. Hasil perhitungan menunjukkan Normal Cost Rate (NCR) awal sebesar 13,20% yang menurun secara konsisten hingga 6,77% pada tahun ke-28. Penurunan ini disebabkan oleh akumulasi kontribusi, pertumbuhan imbal hasil investasi, dan berkurangnya jumlah peserta aktif. Proyeksi pembayaran manfaat menunjukkan pola yang relatif datar dan berfluktuasi tanpa puncak tunggal yang dominan, mencerminkan distribusi usia peserta yang merata. Analisis sensitivitas menunjukkan perubahan tingkat diskonto dan pemilihan tabel mortalitas memengaruhi pola NCR secara berpotongan antar skenario, sedangkan perubahan asumsi kenaikan gaji menghasilkan pola yang konsisten, yaitu kenaikan gaji yang lebih tinggi menghasilkan NCR yang lebih tinggi, sedangkan kenaikan gaji yang lebih rendah menghasilkan NCR yang lebih rendah.
Perpustakaan Digital ITB