digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 KANIA FATIN AFIFAH ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB

Tabel mortalitas multiple decrement (MD) diperlukan untuk memodelkan risiko kematian yang mempertimbangkan lebih dari satu penyebab kematian yang saling berkompetisi (competing risks), termasuk kematian akibat penyakit katastropik seperti gagal ginjal, hemofilia, penyakit jantung, kanker, sirosis hati, stroke, dan thalassemia. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk tabel mortalitas MD berbasis tujuh penyakit katastropik tersebut. Tabel mortalitas tersebut dibentuk menggunakan data klaim kematian peserta BPJS Kesehatan. Peluang single decrement (SD) dikonversi menjadi peluang MD dengan asumsi constant force of mortality (CFM), kemudian digraduasi (smoothing) menggunakan kernel Gaussian. Selanjutnya, peluang MD dikonversi menjadi absolute rates of decrement (ARD) menggunakan algoritma Basic-Fixed Iteration (BFI) sebagai benchmark dan Proposed-Fixed Iteration (PFI) sebagai metode utama. Kedua algoritma dievaluasi dan dibandingkan kinerjanya berdasarkan akurasi (mean squared error/MSE) dan efisiensi komputasi (jumlah iterasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabel mortalitas MD berhasil dibentuk dengan pola tingkat kematian yang meningkat seiring bertambahnya usia, dengan penyakit jantung dan stroke sebagai penyebab kematian tertinggi serta hemofilia dan thalassemia sebagai yang terendah. Algoritma BFI dan PFI menghasilkan tingkat akurasi yang setara dengan nilai MSE yang sangat kecil (orde 10?¹? hingga 10?²?), namun algoritma PFI secara konsisten lebih efisien secara komputasi, dengan pengurangan rata-rata jumlah iterasi sebesar 11,31% pada kelompok laki-laki dan 8,33% pada kelompok perempuan dibandingkan algoritma BFI. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma PFI dapat menjadi metode yang lebih efisien dalam pembentukan tabel mortalitas MD berbasis penyakit tanpa mengorbankan ketepatan hasil estimasi.