digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Program Jaminan Kesehatan (JKN) sudah mencakup lebih dari 98% populasi Indonesia. Tabel Mortalitas Penduduk Indonesia yang disusun oleh BPJS Kesehatan yang menjadi referensi penting masih menggunakan pendekatan pembulatan usia. Pendekatan ini berpotensi menghasilkan bias karena pembulatan usia sehingga berdampak pada estimasi eksposur peserta. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model estimasi mortalitas berbasis multiple decrement dengan pendekatan usia aktual menggunakan data sampel kepesertaan BPJS Kesehatan. Pendekatan usia aktual dipilih untuk meminimalkan bias akibat pembulatan usia serta untuk melingkupi berbagai penyebab decrement. Empat jenis decrement yang dianalisis meliputi kematian, non aktif karena premi, dan non aktif di akhir bulan. Metodologi penelitian meliputi perhitungan exact exposure dari variabel tanggal lahir, tanggal masuk, tanggal keluar/non aktif, dan tanggal meninggal, serta penyusunan multiple decrement life table dan penerapan teknik graduasi untuk menghasilkan estimasi peluang yang lebih halus. Model Gompertz digunakan untuk ekstrapolasi pada usia di atas 71 tahun. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan pembulatan usia (age last birthday) cenderung menimbulkan bias eksposur khususnya pada kelompok usia anak-anak (0-12 tahun) yang berimplikasi pada ketidakstabilan estimasi peluang kematian. Penelitian ini berkontribusi untuk membangun model mortalitas yang lebih presisi berdasarkan usia aktual. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kajian aktuaria dan mendukung proyeksi tingkat mortalitas di Indonesia dengan lebih akurat.