digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_I Putu Rama Prasetya Wiranatha
PUBLIC Open In Flipbook Perpustakaan Prodi Arsitektur

Tesis ini mengkaji penerapan Creative Programming pada perancangan kawasan mixed-use di Kiara Artha Park, Bandung, sebagai respons terhadap kebutuhan ruang urban yang mampu mengintegrasikan berbagai fungsi serta beradaptasi terhadap perubahan aktivitas dan kebutuhan pengguna. Pertumbuhan penduduk dan intensitas aktivitas perkotaan mendorong kebutuhan pengembangan kawasan yang tidak hanya menggabungkan fungsi hunian, komersial, dan publik, tetapi juga mampu membentuk hubungan ruang dan aktivitas yang lebih dinamis. Metodologi perancangan dilakukan melalui tahapan Problem Definition, Conceptual Design, dan Preliminary Design, yang didukung oleh analisis tapak, kajian teori, studi preseden, serta programming kawasan dan aktivitas. Pendekatan Creative Programming diterjemahkan melalui strategi Cross Programming dan pengembangan kriteria perancangan yang meliputi integrasi fungsi, efisiensi dan intensifikasi lahan perkotaan, konektivitas kawasan, aktivitas temporal, fleksibilitas dan adaptabilitas ruang, serta ruang komunal dan interaksi sosial. Kriteria tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam lima konsep perancangan, yaitu konsep tapak, konsep massa bangunan, konsep ruang publik dan interaksi sosial, konsep aktivitas temporal, serta konsep ruang fleksibel dan adaptif. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan Creative Programming mampu membentuk hubungan yang lebih dinamis antara fungsi, ruang, dan aktivitas dalam kawasan mixed-use. Pada Zona 1, penerapan Cross Programming diwujudkan melalui penggabungan beberapa program pada podium mezzanine, seperti café dan library, retail dan creative studio, gym dan coworking, food hall dan mini event deck, serta laundry dan communal loft. Sementara itu, fleksibilitas dan adaptabilitas diterapkan melalui unit hunian bertumbuh dengan beberapa kemungkinan konfigurasi ruang, refuge floor dengan fungsi berbeda pada kondisi normal dan darurat, serta rooftop open plan yang dapat mengakomodasi berbagai aktivitas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan Creative Programming dapat membentuk kawasan mixed-use yang tidak hanya terintegrasi secara fungsi, tetapi juga lebih dinamis, fleksibel, adaptif, dan mendukung keberagaman aktivitas serta interaksi sosial pengguna.