digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Peningkatan intensitas gelombang panas akibat perubahan iklim global memperkuat urgensi pengendalian iklim mikro perkotaan, terutama di Central Business District (CBD) yang memiliki intensitas pembangunan tinggi. Karakteristik lingkungan terbangun diketahui memengaruhi kondisi iklim mikro yang berdampak pada kenyamanan termal ruang luar. Namun, pengaruh perubahan lingkungan terbangun terhadap kondisi iklim mikro dan kenyamanan termal di CBD Summarecon Bekasi belum diketahui. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan lingkungan terbangun terhadap kondisi iklim mikro dan kenyamanan termal di CBD Summarecon Bekasi. Penelitian memiliki jenis eksperimen semu dan evaluasi ex-ante, dipayungi pendekatan Climate Sensitive Urban Design (CSUD) dengan strategi studi kasus melalui simulasi menggunakan perangkat lunak ENVI-met. Simulasi dilakukan pada tiga blok representatif, yaitu New Building (NB), Green Roof (GR), dan Green Parking (GP), dengan membandingkan kondisi eksisting dan kondisi setelah intervensi pada dua tanggal representatif, yaitu 28 Januari 2025 dan 8 Oktober 2025. Hasil simulasi menunjukkan bahwa setiap perubahan lingkungan terbangun memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kondisi iklim mikro dan kenyamanan termal. Perubahan New Building memengaruhi pola ventilasi kawasan dengan menurunkan proporsi area berkecepatan angin 3,33-5,55 m/s dari 57,75% menjadi 29,87%, dan menambah luasan kategori PMV >+3 (lebih panas) mencapai 29,67- 32,17%. Perubahan Green Roof memberikan peningkatan kenyamanan termal paling efektif dengan menurunkan proporsi area PMV >+3 dari 64,49% menjadi 14,49%, serta meningkatkan area PMV +2 (hangat) dari 17,54% menjadi 46,52%. Perubahan Green Parking terutama mengubah distribusi kecepatan angin melalui penurunan area 3,33-5,55 m/s dari 58,15% menjadi 35,46%, namun peningkatan kenyamanan termal masih bersifat lokal di bawah tajuk pohon sehingga belum mampu memperbaiki kondisi termal kawasan secara keseluruhan.