ABSTRAK Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Kamila Rizky Tamara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Peningkatan intensitas gelombang panas akibat perubahan iklim global
memperkuat urgensi pengendalian iklim mikro perkotaan, terutama di Central
Business District (CBD) yang memiliki intensitas pembangunan tinggi.
Karakteristik lingkungan terbangun diketahui memengaruhi kondisi iklim mikro
yang berdampak pada kenyamanan termal ruang luar. Namun, pengaruh perubahan
lingkungan terbangun terhadap kondisi iklim mikro dan kenyamanan termal di
CBD Summarecon Bekasi belum diketahui. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan lingkungan terbangun terhadap
kondisi iklim mikro dan kenyamanan termal di CBD Summarecon Bekasi.
Penelitian memiliki jenis eksperimen semu dan evaluasi ex-ante, dipayungi
pendekatan Climate Sensitive Urban Design (CSUD) dengan strategi studi kasus
melalui simulasi menggunakan perangkat lunak ENVI-met. Simulasi dilakukan
pada tiga blok representatif, yaitu New Building (NB), Green Roof (GR), dan Green
Parking (GP), dengan membandingkan kondisi eksisting dan kondisi setelah
intervensi pada dua tanggal representatif, yaitu 28 Januari 2025 dan 8 Oktober
2025. Hasil simulasi menunjukkan bahwa setiap perubahan lingkungan terbangun
memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kondisi iklim mikro dan kenyamanan
termal. Perubahan New Building memengaruhi pola ventilasi kawasan dengan
menurunkan proporsi area berkecepatan angin 3,33-5,55 m/s dari 57,75% menjadi
29,87%, dan menambah luasan kategori PMV >+3 (lebih panas) mencapai 29,67-
32,17%. Perubahan Green Roof memberikan peningkatan kenyamanan termal
paling efektif dengan menurunkan proporsi area PMV >+3 dari 64,49% menjadi
14,49%, serta meningkatkan area PMV +2 (hangat) dari 17,54% menjadi 46,52%.
Perubahan Green Parking terutama mengubah distribusi kecepatan angin melalui
penurunan area 3,33-5,55 m/s dari 58,15% menjadi 35,46%, namun peningkatan
kenyamanan termal masih bersifat lokal di bawah tajuk pohon sehingga belum
mampu memperbaiki kondisi termal kawasan secara keseluruhan.
Perpustakaan Digital ITB