Hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem yang kerap terjadi di Cekungan
Bandung, namun akurasi simulasinya masih dibatasi oleh kualitas kondisi awal
model. Penelitian ini menerapkan asimilasi data radar cuaca X-Band dengan
metode WRF-DA 3D-Var untuk memperbaiki kondisi awal pada simulasi kejadian
hujan es di Cekungan Bandung tanggal 19 April 2017.
Simulasi dilakukan menggunakan model WRF melalui empat skenario: tanpa
asimilasi (CTRL), asimilasi reflektivitas (DA_Z), asimilasi kecepatan radial
(DA_V), dan asimilasi keduanya (DA_ZV). Kinerja model dievaluasi terhadap
observasi radar menggunakan pendekatan peak-to-peak, analisis penampang
vertikal, produk MESH, serta metrik Fractions Skill Score (FSS) dan Bias Score.
Seluruh skenario mencapai fase matang 30–40 menit lebih awal dari observasi
karena 3D-Var menginjeksikan hidrometeor dalam kondisi mendekati matang tanpa
fase inisiasi. Asimilasi kecepatan radial memperbaiki intensitas badai: DA_V
menghasilkan estimasi diameter es 9,69 mm (observasi 9,41 mm; CTRL 12,86 mm)
dan menyempitkan luasan area terdampak dari 115,00 km2 menjadi 32,00 km2
(observasi 24,50 km2), dengan updraft dan QGmax berada di dalam lapisan
pertumbuhan es, serta Bias Score terbaik pada DA_V (1,31) dan FSS tertinggi pada
DA_ZV (0,493). Perbaikan tersebut belum merata: seluruh skema masih melebih-
lebihkan reflektivitas inti dan nilai MESH pada titik laporan warga, sehingga
ketepatan posisi dan waktu kejadian belum dapat ditegaskan sebagai keunggulan
skema asimilasi.
Perpustakaan Digital ITB