digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Zefanya C. C. Tumewu
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem yang kerap terjadi di Cekungan Bandung, namun akurasi simulasinya masih dibatasi oleh kualitas kondisi awal model. Penelitian ini menerapkan asimilasi data radar cuaca X-Band dengan metode WRF-DA 3D-Var untuk memperbaiki kondisi awal pada simulasi kejadian hujan es di Cekungan Bandung tanggal 19 April 2017. Simulasi dilakukan menggunakan model WRF melalui empat skenario: tanpa asimilasi (CTRL), asimilasi reflektivitas (DA_Z), asimilasi kecepatan radial (DA_V), dan asimilasi keduanya (DA_ZV). Kinerja model dievaluasi terhadap observasi radar menggunakan pendekatan peak-to-peak, analisis penampang vertikal, produk MESH, serta metrik Fractions Skill Score (FSS) dan Bias Score. Seluruh skenario mencapai fase matang 30–40 menit lebih awal dari observasi karena 3D-Var menginjeksikan hidrometeor dalam kondisi mendekati matang tanpa fase inisiasi. Asimilasi kecepatan radial memperbaiki intensitas badai: DA_V menghasilkan estimasi diameter es 9,69 mm (observasi 9,41 mm; CTRL 12,86 mm) dan menyempitkan luasan area terdampak dari 115,00 km2 menjadi 32,00 km2 (observasi 24,50 km2), dengan updraft dan QGmax berada di dalam lapisan pertumbuhan es, serta Bias Score terbaik pada DA_V (1,31) dan FSS tertinggi pada DA_ZV (0,493). Perbaikan tersebut belum merata: seluruh skema masih melebih- lebihkan reflektivitas inti dan nilai MESH pada titik laporan warga, sehingga ketepatan posisi dan waktu kejadian belum dapat ditegaskan sebagai keunggulan skema asimilasi.