Pembangunan Pelabuhan Patimban merupakan pelaksanaan proyek strategis nasional. Pelabuhan Patimban berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pembangunan pelabuhan Patimban merupakan strategi pemerintah untuk mengurangi kapasitas di Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan Patimban juga diharapkan dapat menjadi stimulator pengembangan wilayah di daerah Kabupaten Subang. Pelabuhan akan sibuk dengan kegiatan bongkar muat barang dalam skala yang besar. Selain itu, terdapat keterbatasan jumlah kapal yang dapat bertambat di Pelabuhan Patimban yaitu maksimal 30 kapal. Oleh karena itu, diperlukan area penjangkaran. Area penjangkaran merupakan suatu lokasi yang digunakan kapal untuk menunggu apabila kapasitas di pelabuhan sedang penuh. Untuk menentukan lokasi penjangkaran yang sesuai, terdapat empat data yang harus dianalisis yaitu sedimen, kedalaman air, letak dan infrastruktur pelabuhan, dan pengguna jalur air lainnya. Pengolahan data dilakukan dengan Perangkat Lunak Geographic Information System (GIS). Pengolahan data menggunakan metode georeferencing, overlay, dan digitasi. Georeferencing dilakukan untuk memberikan acuan sistem koordinat dan proyeksi tertentu kepada data yang belum mempunyai sistem koordinat. Overlay dilakukan untuk menggabungkan keempat data sehingga dapat ditentukan area penjangkaran yang sesuai. Digitasi dilakukan untuk mengkonversi data analog ke dalam format digital. Setelah area penjangkaran ditentukan, maka dilakukan pembuatan layout area penjangkaran. Hasil yang diperoleh dari Tugas akhir ini adalah tiga area penjangkaran berdasarkan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang sesuai dan tiga rekomendasi area penjangkaran lainnya, sehingga dihasilkan Peta Usulan Area Penjangkaran. Area penjangkaran yang diperoleh diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan area penjangkaran di Pelabuhan Patimban.
Perpustakaan Digital ITB