Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan utama dan tersibuk di Indonesia
yang berkontribusi signifikan terhadap aktivitas logistik nasional maupun
internasional. Tingginya intensitas kegiatan transportasi non-road, seperti kapal laut
dan truk kontainer, menimbulkan emisi polutan udara yang berdampak pada
kualitas lingkungan di sekitar kawasan pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk
melakukan inventarisasi emisi polutan utama berupa NOx, SO2, CO, CO2, PM10,
PM2.5 DAN HC dari aktivitas non-road di Pelabuhan Tanjung Priok dengan
pendekatan bottom-up menggunakan model GAINS. Metode penelitian mencakup
pengumpulan data primer dan sekunder terkait aktivitas kapal dan truk, perhitungan
konsumsi energi, serta pemodelan distribusi spasial emisi menggunakan GIS. Hasil
yang diharapkan adalah estimasi kuantitatif beban emisi tahunan, identifikasi
sumber dengan kontribusi terbesar, serta peta sebaran emisi di kawasan pelabuhan.
Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi beberapa skenario mitigasi, termasuk
penerapan shore power, penggunaan bahan bakar rendah sulfur, dan modifikasi
teknologi mesin kapal. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar
perumusan kebijakan yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya menurunkan
emisi udara di Pelabuhan Tanjung Priok serta mendukung pengembangan konsep
green port di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB