digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Gugus galaksi adalah struktur terbesar dan termasif yang terikat oleh gravitasi di alam semesta yang bisa bertindak sebagai laboratorium studi evolusi galaksi dan struktur skala besar. Dalam studi gugus galaksi, identifikasi galaksi anggota gugus krusial untuk menentukan batasan-batasan fisis gugus. Mengingat metode yang ada kerap menghasilkan luaran yang bervariasi, proses identifikasi ini menjadi permasalahan yang tidak trivial. Penelitian ini berfokus pada penentuan keanggotaan 11 gugus galaksi dengan rentang nilai redshift 0.1 < z < 0.6 yang diambil dari katalog Reionization Lensing Cluster Survey (RELICS). Langkah pertama penelitian ini adalah identifikasi Brightest Cluster Galaxy (BCG) melalui seleksi visual galaksi tercerlang pada citra yang sesuai dengan karakteristik BCG, dan berikutnya diverifikasi secara individu melalui platform ”Navigate” yang disediakan oleh Sloan Digital Sky Survey (SDSS). Nilai redshift (z) dari BCG yang terpilih tersebut kemudian ditetapkan sebagai acuan utama untuk estimasi jarak gugus. Keanggotaan gugus dalam studi ini didefinisikan utamanya sebagai populasi galaksi pembentuk pola red sequence yang dapat terlihat pada Color- Magnitude Diagram (CMD). Memanfaatkan informasi jarak dari redshift fotometrik, distribusi galaksi ditinjau pada Color-redshift Diagram (CRD) menggunakan bantuan peta kontur rapat jumlah. Pemotongan data berdasarkan nilai kontur diaplikasikan pada dua bandwidth warna, yaitu berdasarkan selisih magnitudo pada filter f606w—f814w dan f814w—f105w, untuk mengeliminasi populasi galaksi di luar red sequence. Hasil pemotongan dari kedua bandwidth tersebut divisualisasikan pada CMD untuk mengonfirmasi keberadaan red sequence, dan katalog galaksi anggota final dibentuk dari irisan (intersection) kedua dataset tersebut. Evaluasi terhadap katalog Wen & Han (2024) menunjukkan perbedaan jumlah anggota antara 3,81% hingga 120,93%, dengan rata-rata selisih nilai redshift sebesar 0,038. Berdasarkan hasil yang didapat, metodologi yang digunakan dalam penelitian ini dapat menjadi pertimbangan ketika melakukan analisis gugus galaksi karena memberikan pendekatan baru terkait proses identifikasi anggota gugus