COVER Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Daanish Ernesto A K Monterroso
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Gugus galaksi adalah struktur terbesar dan termasif yang terikat oleh gravitasi
di alam semesta yang bisa bertindak sebagai laboratorium studi evolusi
galaksi dan struktur skala besar. Dalam studi gugus galaksi, identifikasi galaksi
anggota gugus krusial untuk menentukan batasan-batasan fisis gugus.
Mengingat metode yang ada kerap menghasilkan luaran yang bervariasi, proses
identifikasi ini menjadi permasalahan yang tidak trivial. Penelitian ini
berfokus pada penentuan keanggotaan 11 gugus galaksi dengan rentang nilai
redshift 0.1 < z < 0.6 yang diambil dari katalog Reionization Lensing
Cluster Survey (RELICS). Langkah pertama penelitian ini adalah identifikasi
Brightest Cluster Galaxy (BCG) melalui seleksi visual galaksi tercerlang pada
citra yang sesuai dengan karakteristik BCG, dan berikutnya diverifikasi secara
individu melalui platform ”Navigate” yang disediakan oleh Sloan Digital Sky
Survey (SDSS). Nilai redshift (z) dari BCG yang terpilih tersebut kemudian
ditetapkan sebagai acuan utama untuk estimasi jarak gugus.
Keanggotaan gugus dalam studi ini didefinisikan utamanya sebagai populasi
galaksi pembentuk pola red sequence yang dapat terlihat pada Color-
Magnitude Diagram (CMD). Memanfaatkan informasi jarak dari redshift fotometrik,
distribusi galaksi ditinjau pada Color-redshift Diagram (CRD) menggunakan
bantuan peta kontur rapat jumlah. Pemotongan data berdasarkan
nilai kontur diaplikasikan pada dua bandwidth warna, yaitu berdasarkan selisih
magnitudo pada filter f606w—f814w dan f814w—f105w, untuk mengeliminasi
populasi galaksi di luar red sequence. Hasil pemotongan dari kedua bandwidth
tersebut divisualisasikan pada CMD untuk mengonfirmasi keberadaan red
sequence, dan katalog galaksi anggota final dibentuk dari irisan (intersection)
kedua dataset tersebut. Evaluasi terhadap katalog Wen & Han (2024) menunjukkan
perbedaan jumlah anggota antara 3,81% hingga 120,93%, dengan
rata-rata selisih nilai redshift sebesar 0,038. Berdasarkan hasil yang didapat,
metodologi yang digunakan dalam penelitian ini dapat menjadi pertimbangan
ketika melakukan analisis gugus galaksi karena memberikan pendekatan baru
terkait proses identifikasi anggota gugus
Perpustakaan Digital ITB