BAB 1 Raihanah Aulia Mumtaz
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Raihanah Aulia Mumtaz
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Raihanah Aulia Mumtaz
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Raihanah Aulia Mumtaz
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Raihanah Aulia Mumtaz
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Raihanah Aulia Mumtaz
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Kegiatan pertambangan nikel berpotensi menyebabkan pencemaran airtanah
melalui kolam penampungan (pond) yang mengalami genangan air dalam waktu
lama (water ponding), khususnya kontaminan kromium heksavalen (Cr(VI)) yang
memiliki mobilitas dan toksisitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi kondisi hidrogeologi, memodelkan arah dan pola aliran airtanah,
mensimulasikan persebaran Cr(VI) dari Pond F, serta mengidentifikasi area yang
berpotensi terdampak, menggunakan perangkat lunak Visual MODFLOW Flex
(MODFLOW-NWT untuk aliran airtanah dan MT3DMS untuk transpor
kontaminan). Model dibangun dengan domain berukuran 65×50 sel (30 m × 30
m), terdiri atas tiga lapisan (Limonit, Saprolit, Bedrock), dengan dua kondisi
simulasi (Model Natural dan Model Final) untuk membandingkan kondisi
sebelum dan setelah aktivitas penambangan. Kalibrasi model aliran airtanah
terhadap tiga titik sungai menghasilkan Correlation Coefficient sebesar 0,983 dan
RMSE sebesar 11,03 m, sedangkan kalibrasi konsentrasi Cr(VI) pada titik WTS-A
menghasilkan residual sebesar -0,0010 mg/L (setara 10% terhadap nilai
observasi). Hasil simulasi transpor Cr(VI) pada skenario waktu maksimum (2.555
hari) menunjukkan bahwa zona dengan konsentrasi di atas baku mutu (0,1 mg/L,
sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2006
tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan
Bijih Nikel) terbatas pada radius ±46,3 m dari tepi Pond F, mengindikasikan
bahwa konduktivitas hidraulik yang sangat rendah pada seluruh lapisan akuifer,
dikombinasikan dengan faktor retardasi Cr(VI) yang tinggi, membatasi jangkauan
persebaran kontaminan secara signifikan pada skala waktu operasional tambang.
Area di sekitar Pond F dalam radius tersebut direkomendasikan sebagai prioritas
utama pemantauan kualitas airtanah.
Perpustakaan Digital ITB