digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan spesifik yang dihadapi perempuan dalam mencapai posisi Manajer Proyek (L1P) di BUMN Konstruksi Indonesia melalui pendekatan dekomposisi kompetensi standar PMI Talent Triangle (ways of working, power skills, dan business acumen). Industri konstruksi yang kaku dengan dominasi budaya maskulin sering menciptakan fenomena glass ceiling yang menghambat mobilitas karier vertikal perempuan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) yang terbagi dalam tiga fase: wawancara mendalam untuk validasi kompetensi, kuesioner dengan skala Likert untuk analisis Importance-Performance Analysis (IPA), serta perumusan strategi taktis menggunakan analisis SWOT-TOWS. Hasil penelitian mengidentifikasi empat subkompetensi yang termasuk dalam kategori Krusial—Sulit Dicapai (KSD) sebagai prioritas utama perbaikan, dengan skor (Tingkat Krusialitas; Tingkat Hambatan) sebagai berikut: Servant Leadership (4,643; 3,357), Conflict Management (4,679; 3,500), Emotional Intelligence (4,607; 3,571), dan Agility (4,607; 3,321). Sebagai solusi strategis, penelitian ini merumuskan program Project Manager – Graduate Development Program (PM-GDP) dan Project Manager – Medium Development Program (PM-MDP) sebagai jalur akselerasi karier terstruktur selama enam tahun. Temuan ini menjadi rujukan bagi manajemen BUMN Konstruksi untuk merumuskan kebijakan yang lebih inklusif, memitigasi hambatan kultural dan struktural, serta memastikan kesetaraan peluang pengembangan karier bagi perempuan di sektor publik.