Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan spesifik yang dihadapi
perempuan dalam mencapai posisi Manajer Proyek (L1P) di BUMN Konstruksi
Indonesia melalui pendekatan dekomposisi kompetensi standar PMI Talent
Triangle (ways of working, power skills, dan business acumen). Industri konstruksi
yang kaku dengan dominasi budaya maskulin sering menciptakan fenomena glass
ceiling yang menghambat mobilitas karier vertikal perempuan. Penelitian ini
menggunakan metode campuran (mixed methods) yang terbagi dalam tiga fase:
wawancara mendalam untuk validasi kompetensi, kuesioner dengan skala Likert
untuk analisis Importance-Performance Analysis (IPA), serta perumusan strategi
taktis menggunakan analisis SWOT-TOWS. Hasil penelitian mengidentifikasi
empat subkompetensi yang termasuk dalam kategori Krusial—Sulit Dicapai (KSD)
sebagai prioritas utama perbaikan, dengan skor (Tingkat Krusialitas; Tingkat
Hambatan) sebagai berikut: Servant Leadership (4,643; 3,357), Conflict
Management (4,679; 3,500), Emotional Intelligence (4,607; 3,571), dan Agility
(4,607; 3,321). Sebagai solusi strategis, penelitian ini merumuskan program Project
Manager – Graduate Development Program (PM-GDP) dan Project Manager –
Medium Development Program (PM-MDP) sebagai jalur akselerasi karier
terstruktur selama enam tahun. Temuan ini menjadi rujukan bagi manajemen
BUMN Konstruksi untuk merumuskan kebijakan yang lebih inklusif, memitigasi
hambatan kultural dan struktural, serta memastikan kesetaraan peluang
pengembangan karier bagi perempuan di sektor publik.
Perpustakaan Digital ITB