digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Seiring dengan perkembangan zaman yang terus berkembang membuat fungsi pakaian menjadi semakin beragam. Pakaian tidak hanya berfungsi sebagai alat pelindung bagi tubuh manusia, juga sebagai alat untuk menambah kepercayaan diri bagi pemakainya, bahkan pakaian juga dapat berfungsi di dalam menunjukan tingkat sosial pemakainya. Jumlah penduduk yang cenderung meningkat, menyebabkan permintaan akan pakaian semakin besar. Hal tersebut kemudian berdampak kepada semakin banyaknya produsen pakaian jadi sehingga memunculkan suatu persaingan bisnis yang ketat. Agar tetap bertahan, dibutuhkan suatu strategi pemasaran pakaian jadi yang tepat. Salah satu strategi tersebut adalah pemilihan lokasi usaha pemasaran yang tepat dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah. Dalam menentukan lokasi yang tepat dalam menentukan lokasi pakaian jadi, digunakan alat bantu analisis yang disebut Sistem Informasi Geografis (SIG). Penentuan lokasi usaha ini dilakukan dengan cara memberikan nilai kepada setiap titik sampel yang merepresentasikan calon toko di kawasan yang sesuai dengan fungsinya sebagai lokasi perdagangan. Nilai tersebut didasarkan atas data jarak dengan rute terpendek yang dihasilkan oleh SIG yang telah dibangun berdasarkan kriteria-kriteria penentu lokasi usaha pemasaran pakaian jadi yang ditentukan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah diketahuinya lokasi-lokasi yang disarankan untuk dibuka usaha pemasaran pakaian jadi. Lokasi-lokasi tersebut didasarkan atas nilai-nilai yang diberikan oleh setiap titik sampel yang tersebar di setiap kawasan perdagangan.