digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Muhammad Hilmi Hakim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Muhammad Hilmi Hakim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Muhammad Hilmi Hakim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Muhammad Hilmi Hakim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Muhammad Hilmi Hakim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Muhammad Hilmi Hakim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Muhammad Hilmi Hakim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA Muhammad Hilmi Hakim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Muhammad Hilmi Hakim
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Pemanfaatan energi surya melalui kolektor termal surya telah menjadi solusi yang populer dan ramah lingkungan untuk pemanenan energi termal. Dengan ketersediaan energi surya yang melimpah, sebagaimana didukung oleh data penyinaran global, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk meningkatkan kinerja sistem. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis kinerja lapisan penyerap surya, dengan menggunakan fotomaterial berbasis nanopartikel. Material yang digunakan dalam studi ini adalah karbon dot, yang dikenal memiliki kemampuan penyerapan energi surya yang tinggi pada gelombang UV-VIS-NIR. Karbon dot ini menunjukkan sifat fotoaktif yang efektif dalam mengubah energi cahaya menjadi energi panas. Karbon aktif, yang terkenal dengan kemampuan absorbansinya, juga ditambahkan dalam penelitian ini guna memperkuat kemampuan penyerapan cahaya dari lapisan yang dibuat. Selain itu, penelitian ini mengevaluasi pengaruh konfigurasi carbon dot dan ketebalan film terhadap sifat absorbansi optik dari lapisan penyerap. Hasil karakterisasi menunjukkan adanya peningkatan absorbansi di beberapa bagian spektrum dibandingkan dengan sampel referensi. Carbon Dot Film memiliki puncak absorbansi utama di sekitar 380 nm (?1,42 a.u.) dan rentang absorbansi yang datar dan stabil antara 500–650 nm (?1,40 a.u.) sebelum menurun tajam setelah 700 nm. Mixture Film menunjukkan kenaikan bertahap dengan puncak lebar di sekitar 650 nm (?1,47 a.u.). Cat hitam sebagai referensi mempertahankan absorbansi yang lebih tinggi di seluruh spektrum, dengan puncak sekitar 1,48 a.u. pada 650 nm. Namun, absorbansi dari semua film yang dibuat tetap lebih rendah dibandingkan cat hitam konvensional.