digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Limbah kayu merupakan material sisa yang sering dianggap memiliki nilai guna rendah karena mengalami berbagai cacat, seperti retakan, keropos, lubang akibat serangan serangga, mata kayu, deformasi, serta kerusakan pada permukaan. Padahal, karakteristik tersebut masih memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi nilai estetika melalui pendekatan eksplorasi material dan teknik pengolahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan limbah kayu melalui kombinasi teknik Shou Sugi Ban dan Wood Bleaching dalam penciptaan karya art furniture. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif yang meliputi studi literatur, observasi, eksplorasi material dan teknik, perancangan karya, serta proses produksi. Eksplorasi dilakukan pada limbah kayu yang mengalami cacat visual maupun struktural melalui penerapan teknik Shou Sugi Ban untuk menghasilkan karakter permukaan gelap dan mempertegas tekstur kayu, serta teknik Wood Bleaching untuk menghasilkan efek pencerahan pada permukaan kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi teknik Shou Sugi Ban dan Wood Bleaching mampu menghasilkan karakter visual baru melalui perpaduan permukaan kayu terbakar dan permukaan kayu yang mengalami proses pemutihan sehingga membentuk komposisi tonal yang harmonis. Karakter cacat seperti retakan, rongga, mata kayu, dan ketidakteraturan permukaan tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas material sekaligus menjadi nilai estetika dalam karya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua teknik tersebut dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan limbah kayu melalui pendekatan eksplorasi material dan teknik, sehingga limbah kayu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat ditransformasikan menjadi art furniture yang memiliki nilai estetika, artistik, dan fungsional.