Limbah kayu merupakan material sisa yang sering dianggap memiliki nilai guna rendah karena
mengalami berbagai cacat, seperti retakan, keropos, lubang akibat serangan serangga, mata
kayu, deformasi, serta kerusakan pada permukaan. Padahal, karakteristik tersebut masih
memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi nilai estetika melalui pendekatan eksplorasi
material dan teknik pengolahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi
pemanfaatan limbah kayu melalui kombinasi teknik Shou Sugi Ban dan Wood Bleaching dalam
penciptaan karya art furniture. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan eksploratif yang meliputi studi literatur, observasi, eksplorasi material dan teknik,
perancangan karya, serta proses produksi. Eksplorasi dilakukan pada limbah kayu yang
mengalami cacat visual maupun struktural melalui penerapan teknik Shou Sugi Ban untuk
menghasilkan karakter permukaan gelap dan mempertegas tekstur kayu, serta teknik Wood
Bleaching untuk menghasilkan efek pencerahan pada permukaan kayu. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi teknik Shou Sugi Ban dan Wood Bleaching mampu
menghasilkan karakter visual baru melalui perpaduan permukaan kayu terbakar dan permukaan
kayu yang mengalami proses pemutihan sehingga membentuk komposisi tonal yang harmonis.
Karakter cacat seperti retakan, rongga, mata kayu, dan ketidakteraturan permukaan tetap
dipertahankan sebagai bagian dari identitas material sekaligus menjadi nilai estetika dalam
karya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua teknik tersebut dapat menjadi salah
satu alternatif pemanfaatan limbah kayu melalui pendekatan eksplorasi material dan teknik,
sehingga limbah kayu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat ditransformasikan
menjadi art furniture yang memiliki nilai estetika, artistik, dan fungsional.
Perpustakaan Digital ITB