Melawan Overland Conveyor (OLC) merupakan fasilitas material handling
kritis dalam Coal Processing and Handling Division PT Kaltim Prima Coal. Conveyor
ini mengangkut batubara dari area tambang Melawan menuju Coal processing plant,
sehingga keandalannya penting untuk menjaga kontinuitas produksi. Selama Januari
Desember 2024, Melawan OLC mencatat 4.865 stop events dan downtime sebesar
1.040,5 jam, yang menunjukkan adanya gangguan berulang terhadap produktivitas,
keandalan peralatan, dan efisiensi operasional.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah operasional dominan,
menganalisis akar penyebabnya, dan menentukan skenario Operational Management
System (OMS) yang paling tepat untuk meningkatkan kinerja Melawan OLC.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus melalui
data operasional, downtime, produksi, pemeliharaan, observasi lapangan, serta diskusi
dengan personel operasi dan pemeliharaan. Analisis dilakukan menggunakan Pareto
Analysis, Fishbone Analysis, dan evaluasi komparatif terhadap tiga skenario OMS:
OMS-1 dengan utilisasi kapasitas 80%, OMS-2 sebesar 60%, dan OMS-3 sebesar 50%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Belt Misalignment merupakan masalah
operasional paling dominan. Akar penyebabnya berkaitan dengan preventive
inspection yang belum konsisten, keterbatasan condition monitoring, pemantauan
kinerja yang belum optimal, koordinasi lintas fungsi yang masih lemah, serta belum
adanya continuous improvement yang sistematis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa
OMS-2 memberikan konfigurasi paling seimbang antara produktivitas, keandalan
peralatan, dan efisiensi operasional dibandingkan OMS-1 dan OMS-3.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja Melawan OLC
memerlukan OMS terintegrasi yang memperkuat inspeksi, perencanaan, monitoring,
koordinasi, root cause review, dan continuous improvement. Temuan ini memberikan
rekomendasi praktis bagi PT Kaltim Prima Coal dalam menentukan strategi operasi
yang mendukung keberlanjutan produksi dan keandalan peralatan.
Perpustakaan Digital ITB