Berdasarkan penangguhan operasional yang diakibatkan oleh gangguan pasar secara ekstrim akibat impor minyak kayu putih murah dari Tiongkok sebagai substitusi standar produk SNI 3954:2014, mengakibatkan pemberhentian kontribusi finansial divisi minyak cajuput Perum Perhutani secara total. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pendorong struktur biaya di seluruh rantai nilai dan menentukan portofolio produk hilir optimal untuk memulihkan profitabilitas di tingkat operasional dengan keterbatasan pasokan, kapasitas, dan permintaan. Dengan menerapkan kerangka kerja Manajemen Biaya Strategis (SCM), data keuangan historis diklasifikasikan ulang menjadi hierarki biaya secara kontribusi produksi untuk melaksanakan Analisis Margin Kontribusi Multi-Level (MLCMA), yang mendorong penyaringan kelayakan dua tahap dan model optimalisasi portofolio menggunakan Program Linear Campuran Bilangan Bulat (MILP) dengan biaya tetap satu periode yang dievaluasi berdasarkan berbagai skenario permintaan dan uji sensitivitas.
Temuan menunjukkan bahwa saluran komoditas curah tradisional secara struktural tidak dapat dipulihkan karena ekonomi unit yang negatif (CM I = -IDR 42.854 per kg) dan beban overhead fasilitas tahunan sebesar IDR 12,725 Miliar yang tidak terserap. Sebaliknya, mengalihkan persediaan minyak cajeput mentah yang terakumulasi sebanyak 112.000 kg ke dalam portofolio hilir dengan nilai tambah memulihkan profitabilitas di tingkat fasilitas di seluruh skenario harga dan permintaan, serta menghasilkan kontribusi tahunan antara IDR 17,14 Miliar hingga IDR 38,10 Miliar. Optimisasi mengklasifikasikan Minyak Telon 100 ml sebagai produk inti, mengidentifikasi MKP Curah dan Pengharum Ruangan sebagai SKU bersyarat, mengecualikan Minyak Atsiri Premium dengan Melon karena keterbatasan kapasitas jalur pengisian cairan, serta mengidentifikasi realisasi harga jual eceran sebagai faktor sensitivitas keuangan utama. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan alat optimalisasi serta peta jalan kuantitatif untuk merevitalisasi operasi kehutanan milik negara dengan beralih dari ekstraksi komoditas ke portofolio produk konsumen yang beragam.
Perpustakaan Digital ITB