COVER Melvin Valerio
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Melvin Valerio
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Melvin Valerio
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Melvin Valerio
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Melvin Valerio
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Melvin Valerio
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Melvin Valerio
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Seiring meningkatnya kebutuhan energi global, penggunaan bahan bakar diesel
berbasis fosil terus meningkat dan berkontribusi terhadap emisi karbon dioksida
hingga mencapai 4,45 juta ton per tahun. Kondisi ini mendorong pengembangan
biodiesel sebagai bahan bakar alternatif yang terbarukan dan lebih ramah
lingkungan. Akan tetapi, efisiensi produksi biodiesel masih menjadi tantangan,
khususnya katalis homogen yang umum digunakan memiliki keterbatasan dalam
proses pemisahan dan regenerasi. Hal ini mendorong pengembangan katalis
heterogen. Katalis CaO berbasis cangkang telur merupakan salah satu alternatif
yang menjanjikan karena sifatnya yang murah, mudah diperoleh, dan memiliki
aktivitas katalitik yang baik. Modifikasi katalis melalui aktivasi gliserol berpotensi
meningkatkan luas permukaan dan stabilitas situs aktif, sehingga dapat
meningkatkan performa katalis. Penelitian ini mengkaji pengaruh suhu reaksi
sebesar 50oC, 60oC, dan 70oC terhadap perolehan biodiesel (FAME), karakteristik
biodiesel kasar, serta kinetika reaksi transesterifikasi minyak kelapa sawit
menggunakan katalis CaO cangkang telur teraktivasi gliserol. Reaksi dilakukan
dengan catalyst loading 7 %-b/b dan rasio molar metanol minyak 12:1 selama 2
jam reaksi. Parameter yang diukur meliputi perolehan biodiesel, densitas, viskositas
kinematik, nilai kalor tinggi biodiesel, konstanta laju reaksi memakai model
kinetika orde satu semu, serta parameter kinetika reaksi berupa energi aktivasi dan
konstanta Arrhenius reaksi transesterifikasi. Analisis statistik menggunakan
ANOVA dan uji post-hoc Tukey pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengaruh suhu reaksi menimbulkan perbedaan signifikan
terhadap perolehan biodiesel (p<0,05), dengan perolehan biodiesel tertinggi berada
di suhu reaksi 60oC sebesar 84,6 ± 0,23 %-b/b. Di samping itu, densitas, viskositas
kinematik, dan nilai kalor tinggi biodiesel yang paling mendekati kualitas SNI
7182:2015 berada pada variasi suhu reaksi 60oC sebesar 0,862±0,002 g/mL,
5,21±1,30 cSt, dan 41,4 MJ/kg secara berturut-turut. Adapun konstanta laju reaksi
tertinggi mencapai 0,0071 menit-1
pada suhu 60oC, konstanta Arrhneius dan energi
aktivasi, sebesar 3,3 × 108 menit?1 dan 69,7 kJ/mol. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa suhu reaksi transesterifikasi minyak kelapa saswit menggunakan katalis CaO
berbasis cangkang telur teraktivasi gliserol yang optimal berada di suhu 60oC
Perpustakaan Digital ITB