Optimasi persediaan spare parts pada kondisi permintaan intermittent memerlukan peramalan permintaan yang akurat sekaligus kebijakan persediaan yang mampu menerjemahkan hasil peramalan tersebut secara tepat. Penelitian ini mengembangkan model TSB Adaptif (TSB-A), yang mengintegrasikan indikator fase obsolescence untuk menyesuaikan estimasi probabilitas kemunculan permintaan secara dinamis, dikombinasikan dengan rekonsiliasi hierarki temporal menggunakan skema pembobotan tetap dan bergulir. Hasil peramalan diterjemahkan menjadi kebijakan kuantitas pemesanan dan persediaan pengaman yang mempertimbangkan ketidakpastian peramalan. Hasil menunjukkan TSB-A unggul konsisten dibandingkan pendekatan non-adaptif pada seluruh tingkat hierarki dan metrik evaluasi, dengan keunggulan yang terkonsentrasi pada SKU bersinyal obsolescence persisten. Penerapan kebijakan persediaan hasil penelitian ini menghasilkan potensi penghematan Total Cost of Ownership sebesar 43,8% per tahun dibandingkan kebijakan existing PT X.
Perpustakaan Digital ITB