Pekerjaan piping alloy, khususnya material P91, merupakan salah satu pekerjaan kritis dalam pembangunan pembangkit listrik karena memerlukan sumber daya yang besar dan proses yang kompleks, termasuk preheating, welding, postheating, dan testing. Ketidakefisienan dalam alokasi sumber daya dapat menyebabkan keterlambatan proyek dan peningkatan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas dan biaya pekerjaan piping alloy melalui simulasi menggunakan perangkat lunak EZStrobe berdasarkan metodologi CYCLONE.
Data lapangan dikumpulkan dari proyek PLTGU Muara Tawar, meliputi urutan pekerjaan, durasi, komposisi sumber daya, dan biaya. Simulasi dilakukan dengan berbagai skenario perubahan jumlah sumber daya seperti fitter, helper, welder, rigger, crane, dan heater. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penambahan satu orang helper dapat mengurangi durasi proyek sebesar 22%, meningkatkan produktivitas sebesar 28%, dan menurunkan total biaya sebesar 9,2%. Sebaliknya, penambahan welder justru meningkatkan biaya dan waste tanpa memperbaiki durasi.
Konfigurasi sumber daya optimal yang direkomendasikan adalah: 4 fitter, 6 helper, 2 welder, 2 rigger, 1 crane, dan 1 heater. Implementasi rekomendasi ini dapat menghasilkan penghematan biaya hingga 9,2% dan percepatan waktu penyelesaian proyek secara signifikan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan panduan dalam perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan piping alloy pada proyek sejenis.
Perpustakaan Digital ITB