digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

CR Bootis adalah sistem bintang ganda ultra-kompak kelas AM Canum Venaticorum (AM CVn) dengan piringan akresi helium yang menunjukkan variabilitas fotometrik akibat instabilitas termal. Rasio massa kelas AM CVn yang kecil (q ? 0,2) berada jauh di bawah ambang resonansi pasang surut 3:1 (q ? 0,25), sehingga piringan dapat meluas hingga radius resonansi tersebut dan menghasilkan modulasi kecerlangan periodik yang dikenal sebagai superhump. Isogai et al. (2016) menetapkan q = 0,101±0,004 dari Stage A superhumps pada superoutburst 2014. Penelitian ini menguji ulang nilai tersebut menggunakan dua dataset arsip AAVSO yang independen. Metode Phase Dispersion Minimization (PDM) diterapkan setelah detrending polinomial pada dua dataset: pengamat CDZ (CCD unfiltered, kadens ?95 detik, HJD 2458633, Mei 2019) dan pengamat HDR (CCD unfiltered, kadens ?41 detik, HJD 2460827, Mei 2025). Hasilnya: PCDZ sh = 25,465 menit (N = 77), PHDR sh = 25,424 menit (N = 158). Dengan periode orbit referensi Porb = 1471,3 detik (Provencal et al., 1997), ekses periode ?? = 1 ? Porb/Psh dikonversi ke rasio massa via metode presesi dinamis Kato dan Osaki (2013): qCDZ = 0,103 ± 0,047, qHDR = 0,098 ± 0,029. Kedua nilai mengapit referensi Isogai et al. dengan simpangan hanya 0,04? dan 0,09?, sehingga konsisten satu sama lain maupun dengan nilai acuan. Konsistensi q ? 0,10 pada dua superoutburst dan dua pengamat yang berbeda mengonfirmasi keandalan metode presesi dinamis berbasis superhump fase awal, serta mendukung klasifikasi CR Bootis sebagai sistem AM CVn dengan donor semi-terdegenerasi sesuai model evolusi helium.