CR Bootis adalah sistem bintang ganda ultra-kompak kelas AM Canum
Venaticorum (AM CVn) dengan piringan akresi helium yang menunjukkan
variabilitas fotometrik akibat instabilitas termal. Rasio massa kelas
AM CVn yang kecil (q ? 0,2) berada jauh di bawah ambang resonansi
pasang surut 3:1 (q ? 0,25), sehingga piringan dapat meluas hingga
radius resonansi tersebut dan menghasilkan modulasi kecerlangan periodik
yang dikenal sebagai superhump. Isogai et al. (2016) menetapkan
q = 0,101±0,004 dari Stage A superhumps pada superoutburst 2014. Penelitian
ini menguji ulang nilai tersebut menggunakan dua dataset arsip
AAVSO yang independen.
Metode Phase Dispersion Minimization (PDM) diterapkan setelah detrending
polinomial pada dua dataset: pengamat CDZ (CCD unfiltered,
kadens ?95 detik, HJD 2458633, Mei 2019) dan pengamat HDR (CCD
unfiltered, kadens ?41 detik, HJD 2460827, Mei 2025). Hasilnya:
PCDZ
sh = 25,465 menit (N = 77), PHDR
sh = 25,424 menit (N = 158).
Dengan periode orbit referensi Porb = 1471,3 detik (Provencal et al.,
1997), ekses periode ?? = 1 ? Porb/Psh dikonversi ke rasio massa via
metode presesi dinamis Kato dan Osaki (2013):
qCDZ = 0,103 ± 0,047, qHDR = 0,098 ± 0,029.
Kedua nilai mengapit referensi Isogai et al. dengan simpangan hanya
0,04? dan 0,09?, sehingga konsisten satu sama lain maupun dengan nilai
acuan. Konsistensi q ? 0,10 pada dua superoutburst dan dua pengamat
yang berbeda mengonfirmasi keandalan metode presesi dinamis berbasis
superhump fase awal, serta mendukung klasifikasi CR Bootis sebagai
sistem AM CVn dengan donor semi-terdegenerasi sesuai model evolusi
helium.
Perpustakaan Digital ITB