digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan ekonomi gig telah mendorong munculnya berbagai bentuk kerja non-formal berbasis kemitraan, termasuk dalam industri properti. Dalam konteks ini, agen properti beroperasi tanpa ikatan kontrak kerja formal, tidak menerima gaji tetap, serta sangat bergantung pada sistem komisi, fleksibilitas waktu, dan inisiatif pribadi. Model kerja tersebut menawarkan peluang kemandirian dan potensi pendapatan yang tinggi, namun sekaligus menciptakan ketidakpastian struktural yang berdampak pada stabilitas keterlibatan dan kinerja agen. Data industri (2024) menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil agen yang mampu berkontribusi secara konsisten setiap bulan, sekitar 8,2%-17,4%, sedangkan sebagian besar lainnya tidak aktif atau performanya kecil. Fenomena ini mengindikasikan adanya kesenjangan kritis antara motivasi awal untuk bergabung dan kemampuan agen untuk mempertahankan keterlibatan kerja secara berkelanjutan dalam sistem kerja berbasis kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana motivasi, keterlibatan, dan kinerja dibangun, dialami, serta dipertahankan oleh agen properti yang beroperasi dalam ekonomi gig. Fokus penelitian diarahkan pada proses psikologis dan perilaku yang membedakan agen yang mampu mempertahankan kontribusi secara konsisten dengan agen yang menunjukkan pola kerja fluktuatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penyelidikan naratif dan analisis tematik untuk menangkap pengalaman subjektif, makna kerja, serta dinamika internal yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan melalui indikator kinerja kuantitatif. Data utama diperoleh melalui wawancara mendalam tidak terstruktur terhadap 12 agen dari 4 perusahaan agency properti yang terdaftar di AREBI Jawa Timur, dengan perbedaan konsistensi kinerja mereka. Wawancara dilakukan untuk menggali deskripsi agen mengenai praktik kerja mereka dalam sistem kemitraan properti, dengan menyoroti motivasi, keterlibatan, dan kinerja dari waktu ke waktu. Untuk memperkuat kredibilitas dan validitas temuan, penelitian ini dilengkapi dengan triangulasi data melalui wawancara dengan dua koordinator lapangan, dua kepala cabang perusahaan agency properti, dan satu perwakilan asosiasi profesi (AREBI) Jawa Timur, sehingga perspektif agen dapat dikonfirmasi dalam konteks organisasi dan ekosistem kemitraan yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan ekonomi merupakan pemicu utama partisipasi awal agen dalam pekerjaan berbasis kemitraan. Namun, faktor tersebut tidak cukup untuk menjelaskan keberlanjutan kontribusi dalam jangka panjang. Agen yang konsisten menunjukkan proses internalisasi tanggung jawab personal, kemampuan pengaturan diri yang lebih matang, serta kesadaran akan pentingnya membangun ritme kerja yang stabil. Keterlibatan kerja muncul sebagai konstruk multidimensional yang mencakup dimensi emosional, perilaku, dan kognitif. Ketiga dimensi ini saling berinteraksi dan berfungsi sebagai jembatan utama antara motivasi dan kinerja dalam lingkungan kerja tanpa struktur formal dan pengawasan langsung. Penelitian ini juga menemukan bahwa kinerja agen properti dalam ekonomi gig tidak semata-mata ditentukan oleh capaian penjualan jangka pendek, melainkan oleh konsistensi aktivitas, keberlanjutan proses kerja, serta kontribusi kontekstual terhadap ekosistem kemitraan. Agen yang konsisten memperlihatkan keterlibatan kerja yang terintegrasi, pengaturan diri yang stabil, serta kemampuan menjaga momentum kerja di tengah ketidakpastian pasar. Sebaliknya, agen yang tidak konsisten menunjukkan keterlibatan kerja yang terfragmentasi, ketergantungan tinggi pada faktor eksternal, dan pola kerja yang mudah terputus. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan tiga solusi praktis, yaitu program aktivasi agen baru, sistem dukungan keterlibatan agen, dan program pembelajaran serta kolaborasi. Ketiga solusi ini dirancang untuk mendukung proses adaptasi awal agen, menjaga keterlibatan kerja yang berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi dan pembelajaran kontekstual dalam lingkungan kerja berbasis kemitraan. Secara teoretis, studi ini memperkaya literatur mengenai dinamika motivasi, keterlibatan, dan kinerja dalam konteks ekonomi gig. Secara praktis, temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi asosiasi profesi (AREBI Jawa Timur) dan perusahaan agency properti dalam merancang sistem pengelolaan agen yang berkelanjutan, adaptif, dan selaras dengan karakteristik kerja berbasis kemitraan.