digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Widodo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

COVER Widodo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 1 Widodo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 2 Widodo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 3 Widodo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 4 Widodo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 5 Widodo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 6 Widodo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

PUSTAKA Widodo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

LAMPIRAN Widodo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya inventori pada perusahaan pulp and paper yang dipengaruhi oleh hubungan dinamis antara perencanaan produksi, perencanaan peti kemas, serta operasi pelabuhan, gudang, dan transportasi dalam sistem logistik terintegrasi. Kompleksitas masalah meningkat akibat karakteristik sistem produksi make-to-order dalam lingkungan business-to-business. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model terpadu untuk pengendalian inventori dan merumuskan kebijakan yang mampu meningkatkan kinerja sistem. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model dinamika sistem dengan mengintegrasikan subsektor pelabuhan dan perencanaan peti kemas sebagai bagian endogen dalam struktur model, serta mengembangkan formulasi matematis berbasis observasi empiris yang merepresentasikan interaksi dinamis antar subsektor logistik. Pemilihan subsektor pelabuhan dan perencanaan peti kemas didasarkan pada analisis sistem terkait masalah penelitian. Metodologi yang digunakan adalah dinamika sistem dengan pengembangan stock and flow diagram yang diimplementasikan dalam Vensim DSS. Model divalidasi menggunakan Theil’s Inequality Statistics Test dan kemudian dianalisis melalui uji sensitivitas terhadap ketidakpastian parameter. Setelah model valid dan robust, luaran simulasi model dioptimisasi menggunakan algoritma Powell untuk memperoleh kebijakan optimal dalam ruang solusi. Pendekatan optimisasi dilakukan untuk menghasilkan kebijakan optimal dengan mensimulasikan seluruh ruang solusi secara simultan, berbeda dengan pendekatan tradisional dinamika sistem yang umumnya mengembangkan skenario parsial dalam mengubah variabel keputusan secara bertahap. Berdasarkan hasil proses optimisasi, dilakukan analisis sensitivitas simultan terhadap variabel keputusan untuk mengetahui dampak perubahan terhadap variabel ukuran kinerja. Hasil menunjukkan rancangan kebijakan optimal bersifat robust sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun rencana implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu merepresentasikan perilaku sistem secara memadai. Temuan utama menunjukkan ii bahwa akumulasi inventori tidak disebabkan oleh keterbatasan kapasitas produksi, tetapi oleh ketidaksinkronan antar subsektor, khususnya antara operasi gudang dan ketersediaan peti kemas. Variabel-variabel tersebut diidentifikasi sebagai leverage points utama dalam sistem. Kapasitas pelabuhan bukan bottleneck utama, namun pelabuhan berperan mendukung efektivitas perencanaan peti kemas. Variabel efisiensi peralatan juga perlu dipertahankan kinerjanya karena parameter tersebut bersifat sensitif. Simulasi menunjukkan bahwa perbaikan koordinasi antar subsektor melalui penyesuaian kapasitas produksi, peningkatan efisiensi gudang, dan pengelolaan peti kemas yang lebih baik dapat mengurangi penumpukan inventori dan meningkatkan kinerja sistem. Kebijakan yang dihasilkan, dengan implementasi bertahap, mampu menurunkan rata-rata inventori gudang dengan kebijakan optimal sebesar 25,74% per tahun dibandingkan dengan kondisi dasar, serta memberikan efek positif terhadap efisiensi operasional dan finansial perusahaan.