digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Reza Farnanda
PUBLIC Open In Flipbook Perpustakaan Prodi Arsitektur

Industri pariwisata Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat pada tahun 2022, ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Perkembangan tersebut memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat lokal, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai tantangan seperti degradasi lingkungan, pencemaran, kemacetan, dan konflik sosial budaya. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas pariwisata alam terestrial perlu dilaksanakan berdasarkan prinsip keberlanjutan. Sebagai aktivitas wisata yang memanfaatkan sumber daya alam daratan, pariwisata alam terestrial menuntut pengelolaan yang berorientasi pada pelestarian ekosistem, keberlanjutan lingkungan, serta peningkatan ketahanan kawasan terhadap gangguan dan bencana. Tanpa pengendalian dan regulasi yang memadai, aktivitas wisata dan pembangunan fasilitas pendukung berpotensi menimbulkan tekanan terhadap lingkungan serta meningkatkan risiko kerusakan kawasan. Selain itu, kegiatan usaha pariwisata alam pada umumnya melibatkan konsumsi energi dan pemanfaatan sumber daya alam dalam jumlah besar sehingga memerlukan pendekatan pengelolaan yang lebih bertanggung jawab. Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah Indonesia dan pelaku industri pariwisata mengarahkan pembangunan pariwisata menuju konsep yang lebih berkelanjutan dan tangguh melalui penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan termasuk resilient architecture. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan model penilaian fasilitas pariwisata alam terestrial dalam kerangka arsitektur berkelanjutan. Tujuan utama tersebut dicapai melalui merumuskan model penilaian fasilitas pariwisata alam terestrial yang mengintegrasikan prinsip pariwisata berkelanjutan dan arsitektur berkelanjutan sehingga mampu merepresentasikan dimensi lingkungan, sosio-budaya, sosio-ekonomi, serta pengelolaan secara komprehensif, mendeskripsikan kesesuaian indikator kinerja dalam model penilaian fasilitas pariwisata alam terestrial dengan kondisi empiris fasilitas pariwisata alam terestrial pada studi kasus, mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan indikator kinerja dalam model penilaian fasilitas pariwisata alam terestrial, dan menentukan tingkat prioritas indikator kinerja dalam membangun model penilaian yang valid untuk mendukung perencanaan dan perancangan fasilitas pariwisata alam terestrial berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan deskriptif-eksplanatori untuk merumuskan model penilaian fasilitas pariwisata alam terestrial dalam kerangka arsitektur berkelanjutan. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menghitung distribusi penerapan indikator kinerja berdasarkan data pengelola dan hasil observasi, menguji pengaruh indikator kinerja terhadap tingkat kepuasan pengunjung, serta menentukan prioritas indikator kinerja berdasarkan penilaian para ahli. Sementara itu, pendekatan kualitatif diterapkan melalui Directed Content Analysis dan Summative Content Analysis untuk mengidentifikasi tema, pola, dan keterkaitan yang bersumber dari teori dan penelitian terdahulu, sekaligus memperkaya model melalui integrasi parameter pendukung. Hasil penelitian ini menghasilkan suatu model penilaian fasilitas pariwisata alam terestrial berkelanjutan yang komprehensif, terdiri atas 75 indikator kinerja yang dikembangkan melalui sintesis standar internasional, standar nasional, dan berbagai penelitian terdahulu, serta diperkuat oleh parameter Green Building Council Indonesia (GBCI) untuk bangunan dan kawasan, serta prinsip-prinsip resilient architecture. Model yang dikembangkan tidak hanya mengakomodasi aspek keberlanjutan lingkungan, sosial, ekonomi, dan pengelolaan, tetapi juga memasukkan indikator yang mendukung ketahanan kawasan dan mitigasi bencana melalui penerapan prinsip resilient architecture. Penelitian ini juga mengembangkan metode analisis integratif yang mampu mengolah data nonlinier sehingga dapat mengidentifikasi kesenjangan antara perencanaan, implementasi, dan persepsi pengguna. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis, metodologis, dan praktis dalam pengembangan model penilaian fasilitas pariwisata alam terestrial yang berkelanjutan dan tangguh, serta dapat menjadi dasar bagi penyusunan strategi perencanaan, perancangan, dan pengelolaan destinasi wisata yang lebih bertanggung jawab, adaptif, dan berkelanjutan.