Pemeliharaan preventif pembangkit listrik diperlukan untuk menjaga keandalan dan
keberlanjutan operasi pembangkit. Wang (2012) memperkuat dengan menyatakan
persediaan suku cadang memegang peranan penting dalam menjamin kelangsungan
operasi pabrik, karena keberadaannya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
pemeliharaan rutin maupun penggantian komponen yang mengalami kerusakan.
Akan tetapi terdapat ketidaktersediaan suku cadang saat pemeliharaan preventif,
yang dapat menimbulkan kerugian berupa lost KWH. Kondisi ini terjadi karena
kebijakan dan manajemen inventori suku cadang untuk penggantian suku cadang
cacat pada pemeliharaan preventif dan penggantian suku cadang gagal untuk
pemeliharaan korektif belum terintegrasi. Oleh karena itu, integrasi antara
kebijakan inventori dan pemeliharaan perlu dilakukan, karena apabila interval
pemeliharaan ditentukan tanpa mempertimbangkan kebijakan inventori akan
menyebabkan penumpukan persediaan, sedangkan sebaliknya penetapan kebijakan
inventori tanpa memperhatikan jadwal pemeliharaan akan meningkatkan risiko
ketidaktersediaan suku cadang yang berdampak pada tingginya biaya penalti.
Penelitian ini mengembangkan model penentuan kebijakan inventori dan
pemeliharaan terintegrasi dengan mempertimbangkan biaya review inventori untuk
manajemen inventori suku cadang. Model ini mengacu pada penelitian Yu dkk
(2022) sebagai acuan utama dengan pengembangan penambahan biaya review
inventori. Pengembangan lain yang dilakukan pada penelitian ini adalah kebijakan
inventori dijadikan variabel keputusan bersamaan dengan kebijakan pemeliharaan.
Kemudian penelitian ini akan mengembangkan algoritma untuk menyelesaiankan
permasalahan integrasi kebijakan inventori dan kebijakan pemeliharaan.
Model yang dikembangkan mampu memberikan solusi yang lebih baik dari sisi
total biaya yang dibandingkan dengan solusi yang dihasilkan oleh kombinasi sistem
aktual sebesar 45,77% dengan pengurangan terjadi pada biaya pemesanan sebesar
52,49%, biaya pembelian 56,94%, biaya penyimpanan 45,97% dan biaya review
95,83%. Kemudian model juga dibandingkan dengan model Yu dkk (2022) dengan
hasil pengembangan memberikan penuruhan total biaya dibandingkan dengan
model Yu dkk (2022) sebesar 3,06%.
Perpustakaan Digital ITB