digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pemeliharaan preventif pembangkit listrik diperlukan untuk menjaga keandalan dan keberlanjutan operasi pembangkit. Wang (2012) memperkuat dengan menyatakan persediaan suku cadang memegang peranan penting dalam menjamin kelangsungan operasi pabrik, karena keberadaannya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan rutin maupun penggantian komponen yang mengalami kerusakan. Akan tetapi terdapat ketidaktersediaan suku cadang saat pemeliharaan preventif, yang dapat menimbulkan kerugian berupa lost KWH. Kondisi ini terjadi karena kebijakan dan manajemen inventori suku cadang untuk penggantian suku cadang cacat pada pemeliharaan preventif dan penggantian suku cadang gagal untuk pemeliharaan korektif belum terintegrasi. Oleh karena itu, integrasi antara kebijakan inventori dan pemeliharaan perlu dilakukan, karena apabila interval pemeliharaan ditentukan tanpa mempertimbangkan kebijakan inventori akan menyebabkan penumpukan persediaan, sedangkan sebaliknya penetapan kebijakan inventori tanpa memperhatikan jadwal pemeliharaan akan meningkatkan risiko ketidaktersediaan suku cadang yang berdampak pada tingginya biaya penalti. Penelitian ini mengembangkan model penentuan kebijakan inventori dan pemeliharaan terintegrasi dengan mempertimbangkan biaya review inventori untuk manajemen inventori suku cadang. Model ini mengacu pada penelitian Yu dkk (2022) sebagai acuan utama dengan pengembangan penambahan biaya review inventori. Pengembangan lain yang dilakukan pada penelitian ini adalah kebijakan inventori dijadikan variabel keputusan bersamaan dengan kebijakan pemeliharaan. Kemudian penelitian ini akan mengembangkan algoritma untuk menyelesaiankan permasalahan integrasi kebijakan inventori dan kebijakan pemeliharaan. Model yang dikembangkan mampu memberikan solusi yang lebih baik dari sisi total biaya yang dibandingkan dengan solusi yang dihasilkan oleh kombinasi sistem aktual sebesar 45,77% dengan pengurangan terjadi pada biaya pemesanan sebesar 52,49%, biaya pembelian 56,94%, biaya penyimpanan 45,97% dan biaya review 95,83%. Kemudian model juga dibandingkan dengan model Yu dkk (2022) dengan hasil pengembangan memberikan penuruhan total biaya dibandingkan dengan model Yu dkk (2022) sebesar 3,06%.