digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM), merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Lembaga pembina IKM sering menghadapi dilema penerapan program pembinaan yang seragam terhadap populasi IKM yang sesungguhnya heterogen. Penelitian ini menyusun model pemetaan kuadran strategi IKM berdasarkan dua dimensi: kapabilitas proyek pengembangan produk dan kompleksitas pengembangan produk. Menggunakan data survei dari 1.943 IKM yang dikumpulkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung pada tahun 2025, penelitian ini menerapkan Factor Analysis of Mixed Data (FAMD) untuk mereduksi 21 indikator kapabilitas dan kompleksitas terpilih menjadi dua skor komposit. Prosedur penyaringan variabel dua tahap mempertahankan 13 indikator kapabilitas dan 8 indikator kompleksitas yang berkontribusi paling kuat terhadap masing-masing dimensi (kapabilitas: KMO = 0,536, varians kumulatif terjelaskan = 58,5%; kompleksitas: varians kumulatif terjelaskan = 69,7%). Pemetaan kedua skor FAMD terhadap titik origin menghasilkan empat kuadran strategi: Fit Laten (41,8% IKM), Surplus Kapabilitas (21,1%), Kesenjangan Kapabilitas (21,5%), dan Fit Strategis (15,7%), yang pemisahannya dikonfirmasi melalui analisis diskriminan pada sampel uji (akurasi klasifikasi 83,8%, McFadden's pseudo-R² = 0,75). Setiap kuadran menunjukkan profil kendala dan kapabilitas yang berbeda secara signifikan. Berdasarkan kerangka contingency theory, resource-based theory, dan Ansoff Matrix, penelitian ini menyusun rekomendasi strategi spesifik untuk masing-masing kuadran: pembangunan kapabilitas dasar, eksploitasi kapabilitas untuk pertumbuhan skala, stabilisasi dan pengurangan beban kompleksitas, serta konsolidasi kompleksitas dan inovasi terarah.