Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) syariah merupakan salah satu alternatif
pembiayaan yang menerapkan prinsip syariah melalui akad jual beli maupun
kemitraan. Dalam praktiknya, kemampuan nasabah dalam membayar angsuran
dipengaruhi oleh fluktuasi pengh
asilan sehingga diperlukan suatu model matematis
yang dapat menggambarkan mekanisme pembiayaan dengan mempertimbangkan
ketidakpastian tersebut. Penelitian ini bertujuan membangun model pembiayaan KPR
syariah menggunakan akad
Murabahah
dan
Musyarakah Mutanaqisah
(MMQ)
berbasis nisbah proporsional, membandingkan karakteristik kedua model, serta
menganalisis pengaruh rata
-
rata pertumbuhan penghasilan dan volatilitas penghasilan
terhadap hasil pembiayaan. Penghasilan nasabah dimodelkan menggunakan
Geometric Brownian Motion
(GBM), sedangkan
analisis sensivitas
dilakukan dengan
metode Monte Carlo. Perbandingan imbal hasil pada pembiayaan dengan periode yang
berbeda dilakukan menggunakan
Holding Period Return
(HPR).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model
Murabahah
menghasilkan imbal hasil
Bank Syariah sebesar 4,40% dan indikator kesejahteraan nasabah sebesar 34,09%,
sedangkan model MMQ berbasis nisbah proporsional menghasilkan imbal hasil Bank
Syariah sebesar 11,39% dan indikator kesejahteraan nasabah sebesar 53,00
%. Pada
kondisi volatilitas penghasilan yang lebih tinggi
(
????
=
0
,
65
)
,
model MMQ tetap
mampu mengarahkan perpindahan kepemilikan rumah kepada nasabah dengan masa
pembiayaan selama 187 bulan, menghasilkan imbal hasil Bank Syariah sebesar
10,92% dan indikator kesejahteraan nasabah sebesar 41,59%. Hasil analisis
sensitivitas me
nunjukkan bahwa peningkatan rata
-
rata pertumbuhan penghasilan
(
????
)
meningkatkan imbal hasil Bank Syariah dan indikator kesejahteraan nasabah,
sedangkan peningkatan volatilitas penghasilan
(
????
)
meningkatkan risiko pembiayaan,
memperbesar kemungkinan pembentukan utang, serta memperlambat proses
perpindahan kepemilikan rumah. Secara keseluruhan, model MMQ berbasis nisbah
proporsional memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan model
Murabahah
maupun KPR konvensional.
Perpustakaan Digital ITB