digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sektor logistik Indonesia masih menghadapi tantangan efisiensi dengan biaya logistik mencapai 14,29% dari PDB, lebih tinggi dibandingkan negara maju yang kurang dari 10%. Proses inspeksi peti kemas di pelabuhan masih bergantung pada metode manual berbasis checklist dan belum terintegrasi secara digital dengan alur kerja pelabuhan maupun sistem kepabeanan. Tugas akhir ini bertujuan merumuskan model deployment Sistem Inspeksi Kontainer Digital Terintegrasi yang andal di lingkungan PT IPC Terminal Petikemas (PT IPC TPK), Pelabuhan Tanjung Priok. Kendala utama meliputi keterbatasan konektivitas jaringan ke pusat data Pelindo, persyaratan keamanan data sesuai Kebijakan TI Holding Pelindo, serta integrasi non-disruptif dengan sistem operasional 24 jam (TOS, DAQ, OCR, LPR, WIM, RPM, dan Barrier Gate). Metode yang digunakan adalah Iterative Development yang dipandu Double Diamond Framework dan prinsip tata kelola COBIT. Kebutuhan dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapangan, lalu dilanjutkan analisis komparatif model deployment, perancangan arsitektur, serta evaluasi melalui pengujian CI/CD dan load testing. Hasil tugas akhir menunjukkan bahwa model hybrid on-premise tiga tingkat merupakan solusi paling layak. Tier 1 menempatkan AI service Docker di Server 1 GRAHA untuk inferensi lokal, Tier 2 menempatkan backend dan basis data di Cloud Pelindo Hub dengan dua lapis isolasi, sedangkan Tier 3 memanfaatkan Cloudflare Workers untuk frontend dashboard. Arsitektur teknis yang dirancang mencakup WireGuard VPN antar-tier, tiga pipeline CI/CD GitHub Actions independen, strategi backup MongoDB berbasis pointin- time recovery (PITR) dengan full backup berkala, serta stack pemantauan cAdvisor, Prometheus, dan Grafana. Evaluasi memverifikasi kesesuaian terhadap kontrol tata kelola utama, ketahanan pipeline terhadap delapan skenario kegagalan, latensi p95 sebesar 1,05 hingga 1,18 detik (?2 detik), dan integritas audit trail 100%. Interpolasi terkalibrasi-GPU mengestimasi kebutuhan komputasi lapangan ?815 sparse INT8 TOPS per gate dengan memori sebagai faktor pengikat. Model yang diusulkan layak secara teknis pada lingkup infrastruktur, konektivitas, CI/CD, pemulihan data, dan pemantauan, dengan validasi lanjutan diperlukan pada lingkungan produksi Pelindo.