Proses pemeriksaan kondisi fisik dan identifikasi peti kemas di pelabuhan Indonesia
masih dilakukan secara manual oleh petugas, tanpa dukungan sistem otomatis
yang terintegrasi. Pemeriksaan visual terhadap kerusakan struktural (penyok, karat,
lubang) dan pencatatan nomor identifikasi kontainer bergantung pada interpretasi
subjektif, sehingga menyebabkan waktu inspeksi yang lama, potensi kesalahan yang
tinggi, serta pencatatan hasil yang sulit dilacak. Pemanfaatan kecerdasan artifisial
dan computer vision pada proses ini belum diterapkan, menambah kesenjangan antara
kebutuhan operasional pelabuhan modern dengan kapabilitas sistem yang ada.
Tugas akhir ini merancang dan mengimplementasikan purwarupa sistem otomasi
inspeksi kontainer dari segi program perangkat lunak, dengan ruang lingkup pada
inspeksi visual peti kemas (deteksi kerusakan fisik dan pengenalan nomor kontainer
melalui OCR). Sistem terdiri dari tiga komponen yang saling terhubung: perangkat
tepi (edge device) yang menjalankan inferensi model YOLO11 secara real-time
pada citra dari kamera, layanan backend yang mengelola penyimpanan data dan autentikasi,
serta dashboard web untuk pemantauan langsung dan manajemen hasil.
Perancangan arsitektur sistem secara holistik dan strategi deployment berada di luar
cakupan tugas akhir ini.
Kontribusi utama sistem mencakup mekanisme agregasi deteksi per sesi pemindaian
untuk efisiensi pengiriman data, sinkronisasi nomor kontainer antar kamera, dan
penilaian integritas struktural otomatis berdasarkan kelas kerusakan terdeteksi. Evaluasi
fungsional terhadap delapan kebutuhan menunjukkan seluruh skenario utama
lulus. Model deteksi kerusakan mencapai mAP@50 sebesar 96,8% dengan precision
96,3% dan recall 93,0%, melampaui hasil penelitian sejenis? komponen OCR
memanfaatkan model pretrained PP-OCRv5 untuk pengenalan nomor kontainer berformat
ISO 6346. Waktu inferensi pada perangkat tepi NVIDIA Jetson Orin Nano
rata-rata di bawah 110 milidetik per citra dan seluruh halaman dashboard memuat
dalam kurang dari 2 detik. Hasil ini mengonfirmasi kelayakan teknis sistem sebagai
alternatif terhadap proses inspeksi manual.
Perpustakaan Digital ITB