Estimasi upaya perangkat lunak (Software Effort Estimation / SEE) merupakan
aktivitas penting dalam manajemen proyek perangkat lunak karena memengaruhi
perencanaan biaya, sumber daya dan waktu pengembangan. Namun, parameter
bawaan Constructive Cost Model II (COCOMO II) tidak selalu sesuai dengan
karakteristik setiap dataset sehingga diperlukan proses kalibrasi parameter untuk
meningkatkan akurasi estimasi.
Penelitian ini mengusulkan pendekatan Hybrid Biogeography-Based Optimization
(BBO)–Lévy Flight untuk mengoptimalkan parameter COCOMO II. BBO
digunakan untuk melakukan eksplorasi global ruang pencarian, sedangkan Lévy
Flight diterapkan sebagai mekanisme post-optimization solution refinement.
Evaluasi dilakukan menggunakan dataset NASA93 dan COCOMOSDR dengan
skema 5-Fold Cross Validation, serta dibandingkan dengan BBO standar, parameter
bawaan COCOMO II dan lima algoritma metaheuristik lainnya.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pendekatan Hybrid BBO–Lévy Flight
menurunkan nilai MMRE sebesar 4,59% pada dataset NASA93 dan 18,82% pada
dataset COCOMOSDR, serta meningkatkan PRED(25) sebesar 2,17% dan 26,66%
dibandingkan BBO standar. Pengujian Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan
bahwa peningkatan performa signifikan secara statistik (p < 0,05), sedangkan
analisis Rank-Biserial Correlation menunjukkan small effect pada dataset NASA93
dan large effect pada dataset COCOMOSDR.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Hybrid BBO–Lévy Flight efektif
untuk kalibrasi parameter COCOMO II dan mampu meningkatkan akurasi estimasi
usaha perangkat lunak serta mempertahankan efisiensi komputasi pada dataset
dengan karakteristik yang berbeda.
Perpustakaan Digital ITB