Arsitektur microservice rentan terhadap partial failure dan amplifikasi antrean saat
beban memuncak. Pada service mesh, pola circuit breaker (CB) lazim dipakai
sebagai mekanisme fail-fast, namun sebagian besar pendekatan menempatkan
deteksi dan enforcement CB di user space, sehingga keputusan CB baru berdampak
setelah traffic menempuh seluruh lintasan pemrosesan proxy dan menambah
latency serta overhead. Penelitian ini mengusulkan Kernel-Assisted Circuit Breaker
(KA-CB), yaitu filter berbasis extended Berkeley Packet Filter (eBPF) yang
memisahkan policy di user space dari enforcement yang dipindahkan ke tingkat
kernel melalui hook XDP dan TC, sehingga memproses permintaan lebih dini dan
bersifat melengkapi, bukan menggantikan, CB user space.
Prototype dievaluasi pada service mesh berbasis Istio mengikuti Design Science
Research Methodology (DSRM) melalui controlled experiment yang
membandingkan Istio, Linkerd, dan Cilium sebagai baseline dengan Istio yang
dipadukan KA-CB, pada skenario transient overload dan noisy neighbors dengan
workload Online Boutique di Google Kubernetes Engine, masing-masing sepuluh
run dan diuji secara non-parametrik disertai ukuran efek. Istio-kacb-hybrid
mencatat latency terendah pada seluruh sel, dengan penurunan p95 sekitar 65-70%
terhadap istio-baseline yang signifikan dan berukuran efek besar serta setidaknya
setara dengan linkerd-baseline. Penggunaan CPU sidecar dan laju context switch
turun sekitar 13-24% secara neto, dengan peningkatan memori kecil sekitar 4-5%.
Keunggulan tersebut menyertai satu trade-off, yaitu success rate istio-kacb-hybrid
merupakan yang terendah, sekitar 50-51% dibandingkan 65-82% pada ketiga
baseline, sehingga perbaikan latency dibaca sebagai pertukaran antara latency dan
ketersediaan layanan dan bukan perbaikan tanpa syarat. Kebaruan penelitian
terletak pada relokasi enforcement CB ke data path kernel sementara policy tetap
di user space, yang memperluas pola eBPF network function ke ranah operasi
resiliensi.
Perpustakaan Digital ITB