Studi ini merancang model bisnis berkelanjutan bagi PT Reka Bentuk Rumah,
pengembang properti skala menengah di Indonesia, dengan mengintegrasikan
prinsip People, Planet, dan Profit ke dalam strategi keunggulan bersaing jangka
panjang. Penelitian ini merespons tekanan urbanisasi, keterjangkauan hunian,
degradasi lingkungan, tanggung jawab iklim, dan perubahan ekspektasi konsumen
yang menunjukkan keterbatasan model pembangunan business-as-usual. Pada
tingkat perusahaan, masalah bisnis utamanya adalah bahwa PT Reka Bentuk
Rumah telah memiliki pengetahuan desain hijau, tetapi kapabilitas tersebut masih
bergantung pada pendiri dan belum tertanam secara sistematis dalam mekanisme
penciptaan, penyampaian, dan penangkapan nilai perusahaan. Dengan pendekatan
kualitatif berbasis desain, penelitian ini menggunakan Design Thinking sebagai alur
proses dan Triple-Layered Business Model Canvas (TLBMC) sebagai instrumen
utama perancangan. Data diperoleh dari literatur, laporan industri, dokumen
regulasi, data proyek internal dan pembanding, serta wawancara validasi dengan
delapan ahli yang dipilih secara purposif dari bidang green building, perbankan dan
pembiayaan perumahan, pengembangan properti, perumahan terjangkau, dan
kebijakan publik. Temuan menunjukkan bahwa logika finansial green building
berbasis premium harga kurang sesuai untuk segmen perumahan subsidi dan
terjangkau yang harga jualnya dibatasi oleh regulasi atau daya beli konsumen.
Sebagai alternatif, penelitian ini mengusulkan capital velocity sebagai mekanisme
finansial utama: desain hijau pasif dapat meningkatkan kenyamanan, menurunkan
biaya operasional, memperkuat kepercayaan pembeli, mendukung percepatan
absorpsi penjualan, dan memperpendek siklus modal kerja tanpa menaikkan harga
jual. TLBMC yang diusulkan menanamkan desain pasif, kesiapan sertifikasi,
dokumentasi pembiayaan hijau, dan manfaat praktis bagi pembeli ke dalam model
operasi perusahaan. Studi ini berkontribusi dengan menawarkan cetak biru
kontekstual bagi pengembang skala menengah dan memposisikan keberlanjutan
sebagai kapabilitas organisasi, keunggulan pasar, serta landasan menuju
pengembangan regeneratif.
Perpustakaan Digital ITB