digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Studi ini merancang model bisnis berkelanjutan bagi PT Reka Bentuk Rumah, pengembang properti skala menengah di Indonesia, dengan mengintegrasikan prinsip People, Planet, dan Profit ke dalam strategi keunggulan bersaing jangka panjang. Penelitian ini merespons tekanan urbanisasi, keterjangkauan hunian, degradasi lingkungan, tanggung jawab iklim, dan perubahan ekspektasi konsumen yang menunjukkan keterbatasan model pembangunan business-as-usual. Pada tingkat perusahaan, masalah bisnis utamanya adalah bahwa PT Reka Bentuk Rumah telah memiliki pengetahuan desain hijau, tetapi kapabilitas tersebut masih bergantung pada pendiri dan belum tertanam secara sistematis dalam mekanisme penciptaan, penyampaian, dan penangkapan nilai perusahaan. Dengan pendekatan kualitatif berbasis desain, penelitian ini menggunakan Design Thinking sebagai alur proses dan Triple-Layered Business Model Canvas (TLBMC) sebagai instrumen utama perancangan. Data diperoleh dari literatur, laporan industri, dokumen regulasi, data proyek internal dan pembanding, serta wawancara validasi dengan delapan ahli yang dipilih secara purposif dari bidang green building, perbankan dan pembiayaan perumahan, pengembangan properti, perumahan terjangkau, dan kebijakan publik. Temuan menunjukkan bahwa logika finansial green building berbasis premium harga kurang sesuai untuk segmen perumahan subsidi dan terjangkau yang harga jualnya dibatasi oleh regulasi atau daya beli konsumen. Sebagai alternatif, penelitian ini mengusulkan capital velocity sebagai mekanisme finansial utama: desain hijau pasif dapat meningkatkan kenyamanan, menurunkan biaya operasional, memperkuat kepercayaan pembeli, mendukung percepatan absorpsi penjualan, dan memperpendek siklus modal kerja tanpa menaikkan harga jual. TLBMC yang diusulkan menanamkan desain pasif, kesiapan sertifikasi, dokumentasi pembiayaan hijau, dan manfaat praktis bagi pembeli ke dalam model operasi perusahaan. Studi ini berkontribusi dengan menawarkan cetak biru kontekstual bagi pengembang skala menengah dan memposisikan keberlanjutan sebagai kapabilitas organisasi, keunggulan pasar, serta landasan menuju pengembangan regeneratif.