PT. Telkom Indonesia adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang memiliki
infrastruktur jaringan terbesar di Indonesia. Perusahaan telah berjalan lebih dari 52 tahun setelah
dipecah dari PN Pos & Giro. Hingga kini Telkom mampu membangun jaringan optik hingga ke
rumah-rumah, yang diberi nama FTTH (Fiber to The Home). Jaringan ini memungkinkan
pelanggannya untuk menikmati layanan canggih di jaringan broadband. Peningkatan bandwidth
jaringan juga membuka peluang bisnis lain yang disebut dengan OTT (Over the Top).
Bisnis OTT berjalan di atas jaringan Penyedia Internet untuk melayani layanan digital. PT
Telkom melihat ini adalah kesempatan besar untuk tumbuh dan memutuskan untuk memasuki
bisnis OTT untuk melayani layanan digital. Namun hal itu membutuhkan reformasi struktur
organisasinya, yang berdampak pada pergeseran posisi kritisnya ke posisi lain.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu untuk menganalisis posisi kritis dengan benar
sehingga memungkinkan PT Telkom Indonesia memasuki bisnis OTT secara kompetitif. Ada
beberapa kekurangan pada metode yang ada yang memberikan variabel kasar sebagai hasil
perhitungan posisi kritis. Itulah faktor utama yang menyebabkan beberapa posisi memiliki celah
dalam perhitungan sehingga tidak mempengaruhi bisnis, baik saat posisi kosong dan terisi.
Oleh karena itu, solusi yang diajukan untuk PT. Telkom menghitung atau menentukan posisi
kritis menggunakan AHP, berdasarkan kriteria posisi kritis PT. Telkom Indonesia. Semua kriteria
dan sub kriteria dihitung untuk bobot prioritasnya, dan perhitungannya digunakan sebagai basis
acuan untuk menentukan posisi kritis. Jika posisinya memiliki nilai lebih dari 80% maka
diklasifikasikan sebagai posisi kritis. Perhitungannya menunjukkan posisi kritis tidak lagi
ditentukan oleh tingkat posisinya, melainkan dampaknya terhadap arah bisnis perusahaan.
Apalagi solusi yang diajukan memungkinkan perusahaan untuk menentukan apakah ada posisi
kritis selain posisi manajemen yang lebih tinggi dalam hal pengaruhnya terhadap perusahaan dan
keahlian khususnya.
Perpustakaan Digital ITB