Penelitian ini mengkaji restrukturisasi strategis PT XYZ, sebuah badan usaha yang beroperasi di sektor perikanan Indonesia, sebagai respons terhadap kondisi keuangan yang memburuk dan kinerja operasional yang menurun. Meskipun memiliki sumber daya nasional yang melimpah dan portofolio bisnis yang terdiversifikasi—meliputi perdagangan ikan, pengelolaan pelabuhan, dan produksi pakan—PT XYZ mengalami tekanan likuiditas, margin laba negatif, serta peningkatan rasio utang yang signifikan. Tekanan eksternal seperti perlambatan ekonomi global, hambatan regulasi, dan hambatan perdagangan non-tarif semakin memperburuk inefisiensi internal, terutama pada segmen bisnis seperti pabrik pakan dan kantor cabang yang berkinerja rendah.
Berdasarkan kerangka teoritis yang berlandaskan Dynamic Capabilities Theory, penelitian ini mengusulkan model restrukturisasi empat pilar yang mencakup transformasi bisnis, efisiensi biaya operasional, restrukturisasi keuangan, dan penyelesaian aset anorganik. Pendekatan metode campuran digunakan dengan mengombinasikan pemodelan keuangan, analisis skenario, serta penilaian Altman Z’’Score untuk mengevaluasi indikator kuantitatif dan proyeksi hasil dari proses restrukturisasi tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan disiplin terhadap efisiensi operasional, penutupan unit-unit dengan margin rendah, serta skema penyelesaian utang dua tranche—yang dikaitkan dengan arus kas operasional dan divestasi aset—dapat secara signifikan meningkatkan ketahanan keuangan perusahaan. Meskipun diproyeksikan masih mengalami defisit hingga tahun 2024, pemulihan laba diperkirakan terjadi pada 2025, bergantung pada percepatan perizinan dan pemulihan pasar ekspor. Studi kasus ini memberikan model restrukturisasi yang dapat direplikasi untuk sektor berbasis sumber daya di negara berkembang, di mana friksi kelembagaan, inefisiensi modal, dan guncangan geopolitik kerap saling bertemu.
Perpustakaan Digital ITB