Abstrak_Atikah Az-Zahro
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» Gedung UPT Perpustakaan
Tren fesyen cepat yang semakin berkembang sebagai pola konsumsi dominan di masyarakat perkotaan telah mengancam keberlangsungan pasar-pasar fesyen tradisional di Jakarta. Salah satu contohnya adalah Pasar Sunan Giri yang saat ini mengalami penurunan aktivitas ekonomi. Dalam lima tahun terakhir, pasar ini kehilangan pengunjung sekaligus vitalitas komersialnya di tengah pesatnya pertumbuhan ritel fesyen dengan sistem produksi massal. Di sisi lain, komunitas penjahit dan pengrajin pakaian lokal yang hidup di dalamnya memiliki potensi besar untuk menjadi sumber fesyen berkelanjutan di Jakarta. Ketika nilai-nilai utama dalam gerakan fesyen lambat dibandingkan dengan praktik yang mereka lakukan sehari-hari, terlihat bahwa komunitas tersebut sebenarnya telah menerapkan prinsip fesyen lambat dalam aktivitasnya. Kondisi ini mendorong arsitektur untuk mengambil peran dalam mendefinisikan kembali ruang pasar. Intervensi arsitektural pada proyek revitalisasi ini berfokus pada: (1) penerapan transprogramming pada ruang komersial perkotaan; (2) integrasi strategi desain pasif; dan (3) penciptaan ruang yang mendukung pengembangan komunitas. Melalui revitalisasi ini, pasar tidak lagi dipandang semata-mata sebagai ruang komersial, melainkan juga sebagai ruang produksi yang manusiawi serta ruang pertama bagi konsumen untuk memahami nilai di balik produk yang mereka konsumsi.
Perpustakaan Digital ITB