Pertumbuhan ekonomi kreatif mendorong para seniman independen untuk mengomersialkan
karya orisinal mereka melalui merchandise, yang secara bertahap mengubah peran mereka
dari praktisi kreatif menjadi wirausahawan. Transisi ini menuntut seniman untuk menavigasi
ketidakpastian sekaligus menyeimbangkan identitas artistik dengan keberlanjutan bisnis.
Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana wirausahawan seniman independen di Indonesia
mengambil keputusan bisnis sepanjang perjalanan kewirausahaan mereka, dengan
menggunakan perspektif Effectuation Theory dan Fast-and-Frugal Heuristics. Dengan
pendekatan kualitatif eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur
terhadap sembilan wirausahawan seniman independen di Indonesia dan dianalisis
menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa identitas dan kapabilitas
kewirausahaan berkembang secara bertahap melalui tindakan efektual yang digerakkan oleh
sumber daya yang dimiliki dan jaringan komunitas, bukan oleh perencanaan formal.
Ketidakpastian, keterbatasan sumber daya, dan trade-off yang bersaing tidak dialami sebagai
persoalan yang terpisah, melainkan menyatu menjadi satu kondisi kompleks yang direspons
dengan mengandalkan pendekatan logika pengambilan keputusan efektual. Seiring waktu,
keterpaparan berulang terhadap ketidakpastian ini menumbuhkan heuristik keputusan praktis
yang berkembang secara natural tanpa melalui analisis yang panjang atau rumit. Penelitian
ini memperluas penerapan Effectuation Theory dan Fast-and-Frugal Heuristics dalam
konteks kewirausahaan seniman independen, sekaligus menawarkan wawasan praktis bagi
seniman pemula dalam mengembangkan bisnis kreatif yang berkelanjutan.
Kata kunci: Seniman Independen; Kewirausahaan Kreatif; Pengambilan Keputusan
Kewirausahaan; Teori Effectuation; Pengambilan Keputusan Heuristik
Perpustakaan Digital ITB