digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pertumbuhan ekonomi kreatif mendorong para seniman independen untuk mengomersialkan karya orisinal mereka melalui merchandise, yang secara bertahap mengubah peran mereka dari praktisi kreatif menjadi wirausahawan. Transisi ini menuntut seniman untuk menavigasi ketidakpastian sekaligus menyeimbangkan identitas artistik dengan keberlanjutan bisnis. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana wirausahawan seniman independen di Indonesia mengambil keputusan bisnis sepanjang perjalanan kewirausahaan mereka, dengan menggunakan perspektif Effectuation Theory dan Fast-and-Frugal Heuristics. Dengan pendekatan kualitatif eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan wirausahawan seniman independen di Indonesia dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa identitas dan kapabilitas kewirausahaan berkembang secara bertahap melalui tindakan efektual yang digerakkan oleh sumber daya yang dimiliki dan jaringan komunitas, bukan oleh perencanaan formal. Ketidakpastian, keterbatasan sumber daya, dan trade-off yang bersaing tidak dialami sebagai persoalan yang terpisah, melainkan menyatu menjadi satu kondisi kompleks yang direspons dengan mengandalkan pendekatan logika pengambilan keputusan efektual. Seiring waktu, keterpaparan berulang terhadap ketidakpastian ini menumbuhkan heuristik keputusan praktis yang berkembang secara natural tanpa melalui analisis yang panjang atau rumit. Penelitian ini memperluas penerapan Effectuation Theory dan Fast-and-Frugal Heuristics dalam konteks kewirausahaan seniman independen, sekaligus menawarkan wawasan praktis bagi seniman pemula dalam mengembangkan bisnis kreatif yang berkelanjutan. Kata kunci: Seniman Independen; Kewirausahaan Kreatif; Pengambilan Keputusan Kewirausahaan; Teori Effectuation; Pengambilan Keputusan Heuristik