Abstrak - AURELIUS JUSTIN PHILO FANJAYA
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Inferensi Large Language Model (LLM) pada GPU menghadapi dua masalah
utama dalam skenario colocation beberapa model secara bersamaan, yaitu alokasi
memori KV cache yang statis dan interferensi sumber daya komputasi antar-tenant.
Alokasi memori statis pada inference engine seperti vLLM mencegah penggunaan
memori GPU dari model yang idle oleh model yang sibuk, sehingga membatasi
jumlah model yang dapat dijalankan bersamaan. Mekanisme compute sharing
berbasis MPS belum memberikan isolasi yang cukup dan dapat menyebabkan
interferensi komputasi sehingga terjadi SLO (Service Level Objective) violation
dari tenant latency-critical.
Penelitian ini mengusulkan sistem colocation LLM yang mengintegrasikan tiga
komponen secara transparent di atas vLLM, yaitu kvcached sebagai mekanisme
memory sharing, nvtaskset/libsmctrl sebagai mekanisme compute sharing, dan
Dynamic Arbiter berbasis Discrete Feedback Control yang mengatur alokasi TPC
(Texture Processing Cluster) secara adaptif berdasarkan SLO pressure masingmasing
tenant. Sistem dievaluasi pada GPU A100 dan model Llama-3.1-8B FP16.
Evaluasi pada skenario colocation dua tenant prefill-heavy menunjukkan bahwa
kombinasi kvcached dan nvtaskset merupakan satu-satunya konfigurasi yang
hampir memenuhi SLO kedua tenant secara bersamaan pada kasus bottleneck
gabungan memori dan komputasi, dengan SLO attainment 95,24% untuk tenant
best-effort dan 100,00% untuk tenant latency-critical. Alokasi TPC dinamis dengan
dynamic arbiter menghasilkan SLO attainment tenant latency-critical yang lebih
baik dibandingkan dengan alokasi statis pada skenario kenaikan beban kerja (burst)
terjadi pada kedua tenant secara bergantian, yaitu 53% untuk alokasi dinamis dan
4% untuk alokasi statis pada fase burst dari tenant latency-critical.
Perpustakaan Digital ITB