Abstrak - Naurah Cantika Zuhair
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Industri pengemasan tomat segar memegang peran penting dalam menjaga kualitas dan kuantitas produk hortikultura yang mudah rusak selama distribusi. Tomat, sebagai komoditas klimakterik dengan kadar air tinggi dan jaringan buah yang lunak, rentan mengalami kerusakan mekanis dan fisiologis saat transportasi darat. Perancangan sistem pasca panen ini menargetkan distribusi regional sejauh 100-200 km dengan waktu tempuh 2-5 jam agar mutu fisik dan visual tomat tetap terjaga. Sistem pasca panen yang dirancang mencakup penerimaan bahan baku, sortasi, pembersihan, penirisan, pengemasan, penyimpanan sementara, hingga distribusi, dengan SOP dan titik kendali mutu di setiap tahap untuk meminimalkan kerusakan fisik, kehilangan bobot, dan kontaminasi, sesuai dengan Good Handling Practices (GHP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Inovasi utama dalam sistem ini terletak pada pengemasan tomat, yaitu kombinasi kemasan kardus bergelombang berlapis ganda dengan perforasi 4% dan bahan pengisi foam sheet. Perforasi 4% menjaga ventilasi internal dan retensi kelembapan, sementara foam sheet meredam benturan antar buah dan mengurangi tekanan serta getaran selama transportasi. Kombinasi ini meningkatkan perlindungan mekanis, kestabilan mutu, serta menekan spoilage rate, lebih rendah dibandingkan kemasan tanpa inovasi. Inovasi ini dipilih untuk memastikan tomat tetap terlindungi secara fisik dan fisiologis selama distribusi darat jarak jauh, meningkatkan daya tahan, efisiensi distribusi, dan kelayakan finansial. Kapasitas produksi ditetapkan sebesar 2.000kg/hari atau setara 600 ton/tahun, dengan produk akhir tomat segar terkemas 1.920kg/hari (yield 96%). Produk ini ditujukan untuk modern trade dan HORECA, dengan kualitas seragam, bebas cacat berat, dan kemasan yang mendukung penanganan. Keunggulan produk meliputi mutu fisik yang terjaga, proteksi mekanis optimal melalui kardus dan foam sheet, ventilasi internal yang terkontrol, serta label informatif untuk identifikasi, panduan penyimpanan, dan traceability. Proses distribusi didukung oleh kendaraan berpendingin, hand pallet, dan forklift untuk menjaga integritas produk hingga konsumen. Dari sisi finansial, total investasi awal sebesar Rp314.979.556 dan biaya operasional tahunan Rp6,511,514,588. Estimasi pendapatan tahunan mencapai Rp6.912.000.000, menghasilkan NPV 10 tahun sebesar Rp4,399,905,209, IRR 125%, payback period 0,94 tahun, ROI tahunan 99%. Analisis sensitivitas menunjukkan proyek tetap layak selama harga jual tidak
turun lebih dari 5% berdasarkan tren tahunan. Secara keseluruhan, perancangan ini berhasil menciptakan tomat segar terkemas yang terlindungi, bermutu seragam, sesuai untuk distribusi regional, serta berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi industri pengemasan tomat. Rekomendasi pengembangan ke depan mencakup perluasan jaringan pasokan dan distribusi serta diversifikasi produk berdasarkan kelas mutu dan jarak distribusi untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing.
Perpustakaan Digital ITB