Penelitian ini menilai kelayakan finansial proyek ekspansi kapasitas layanan konsultan AMDAL
pada PT XYZ, penyedia jasa penyusunan dokumen lingkungan (LPJP) tersertifikasi di Bandung,
Jawa Barat, yang dilakukan sebagai respons terhadap Kepmen LH 1637/2025 yang membatasi
kapasitas operasional PT XYZ menjadi 72 bulan-proyek per tahun. Permintaan diproyeksikan
menggunakan model ARIMA (1,1,0), dan ekspansi ini dievaluasi melalui analisis capital
budgeting dengan mendiskontokan arus kas proyeksi pada cost of equity berbasis CAPM sebesar
12,75 persen, dengan investasi awal sebesar Rp1.901.966.139 yang seluruhnya dibiayai melalui
ekuitas. Analisis menghasilkan NPV positif sebesar Rp4.523.964.647, IRR sebesar 35,20 persen,
Profitability Index sebesar 3,20x, dan Discounted Payback Period selama 4,31 tahun, yang
mengonfirmasi bahwa ekspansi ini layak secara finansial. Analisis sensitivitas mengidentifikasi
harga per bulan-proyek berjalan sebagai faktor risiko paling kritis, dan simulasi Monte Carlo
dengan 1.000 iterasi menghasilkan rata-rata NPV sebesar Rp7.417.669.711 dengan probabilitas
hasil negatif sebesar 7,96 persen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekspansi kapasitas
AMDAL layak secara finansial dan merekomendasikan manajemen untuk memprioritaskan
disiplin harga dan penjadwalan kapasitas bertahap guna melindungi imbal hasil investasi.
Kata Kunci: kelayakan finansial, penganggaran modal, AMDAL, CAPM, analisis sensitivitas,
simulasi Monte Carlo
Perpustakaan Digital ITB