ABSTRAK Temmy Ragil Cantikasari
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Temmy Ragil Cantikasari
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Temmy Ragil Cantikasari
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Temmy Ragil Cantikasari
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Temmy Ragil Cantikasari
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Temmy Ragil Cantikasari
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Temmy Ragil Cantikasari
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Temmy Ragil Cantikasari
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Temmy Ragil Cantikasari
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Fenomena Surface Urban Heat Island (SUHI) menjadi tantangan serius bagi
keberlanjutan kota, sementara badan air perkotaan berpotensi sebagai penyangga
termal alami melalui mekanisme Water Cooling Island (WCI). Kajian empiris WCI
di kota tropis lembap ekuatorial, termasuk Kota Samarinda, masih sangat terbatas.
Penelitian ini menganalisis efek pendinginan badan air terhadap SUHI di Kota
Samarinda, mencakup intensitas pendinginan, faktor morfologi badan air dan
tutupan lahan yang memengaruhinya, serta estimasi potensi penurunan suhu.
Penelitian bersifat deskriptif-kuantitatif menggunakan citra Landsat 8/9 (2025) dan
ESRI Land Cover 2025 yang diolah di Google Earth Engine. Efek pendinginan
dianalisis oleh kurva suhu-jarak (LOESS) pada 24 objek badan air, dan
dikorelasikan (Spearman) dengan luas, bentuk lanskap, proporsi vegetasi, dan
permukaan kedap air. Hasil temuan menunjukkan bahwa SUHI nyata terjadi di
kawasan terbangun padat. Sebanyak 19 dari 24 objek menunjukkan pola WCI valid,
dengan rata-rata jangkauan 207 meter, amplitudo 1,90°C, dan gradien 11,12°C/km.
Hal ini mengindikasikan efek pendinginan yang terlokalisasi. Danau menghasilkan
jangkauan lebih luas namun landai, sedangkan badan sungai lebih pendek namun
lebih tajam. Proporsi vegetasi dan permukaan kedap air paling konsisten
memengaruhi efektivitas pendinginan, sedangkan luas dan bentuk badan air relatif
kurang menentukan. Potensi penurunan suhu diestimasikan berkisar 1,90°C hingga
5,75°C, dengan celah peningkatan sekitar 3,85°C. Temuan ini menegaskan bahwa
efek pendinginan badan air sangat bergantung pada kondisi vegetasi dan permukaan
kedap air di sekitarnya, sehingga optimalisasi kedua komponen tersebut perlu
menjadi prioritas dalam strategi mitigasi SUHI di Kota Samarinda.
Perpustakaan Digital ITB