ABSTRAK Adifa Putri Ramadhani Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Adifa Putri Ramadhani Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Adifa Putri Ramadhani Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Adifa Putri Ramadhani Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Adifa Putri Ramadhani Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Adifa Putri Ramadhani Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Adifa Putri Ramadhani Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Adifa Putri Ramadhani Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Adifa Putri Ramadhani Zahra
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Pengelolaan sampah di wilayah perdesaan Indonesia masih menghadapi tantangan
besar, ditandai oleh capaian pengelolaan sampah nasional yang baru mencapai
32,8% dan capaian Kabupaten Garut yang hanya sebesar 13,59%, jauh dari target
nasional. Desa Sarimukti, sebagai desa dataran tinggi berbasis pertanian yang
berada di kawasan hulu daerah aliran sungai, telah memiliki lembaga pengelola
sampah berbasis masyarakat, yaitu Bank Sampah Bakti Lembur, namun cakupan
pelayanannya masih jauh dari kebutuhan riil desa. Penelitian ini bertujuan
merumuskan strategi penguatan kelembagaan Bank Sampah Bakti Lembur di Desa
Sarimukti, melalui empat sasaran, yaitu mengidentifikasi sistem pengelolaan
sampah eksisting, mengidentifikasi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
sampah, mengidentifikasi kondisi kelembagaan bank sampah, serta merumuskan
strategi penguatan kelembagaan berdasarkan kesenjangan yang teridentifikasi pada
ketiga sasaran sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixedmethods) dengan metode kualitatif deskriptif sebagai pendekatan utama, didukung
data kuantitatif dari kuesioner rumah tangga menggunakan teknik cluster
convenience sampling, serta wawancara mendalam kepada informan kunci yang
mewakili pemerintah desa, pengelola bank sampah, fasilitator, dan pendamping
desa. Analisis data dilakukan melalui gap analysis untuk membandingkan kondisi
eksisting dengan kondisi ideal hasil kajian pustaka, serta analisis SWOT-TOWS
untuk merumuskan strategi penguatan kelembagaan.
Hasil penelitian pada sasaran pertama menunjukkan bahwa sistem pengelolaan
sampah eksisting masih beroperasi jauh di bawah kebutuhan desa, dengan volume
sampah domestik yang terkelola hanya mencakup sebagian kecil dari proyeksi
timbulan total, sementara pertumbuhan operasional bank sampah justru lebih
banyak didorong oleh kemitraan eksternal dengan dapur program Makan Bergizi
Gratis dibandingkan partisipasi rumah tangga desa secara organik. Pada sasaran
kedua, ditemukan kesenjangan yang mencolok antara tingginya kesadaran dan
kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi dengan rendahnya keterlibatan aktual,
yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan fasilitas pendukung, bukan
oleh sikap apatis warga. Pada sasaran ketiga, kondisi kelembagaan Bank Sampahiv
Bakti Lembur menunjukkan bahwa lembaga ini telah memiliki legitimasi formal
awal dan infrastruktur dasar, namun tata kelola internalnya masih rapuh, ditandai
oleh struktur kepengurusan yang belum solid, ketergantungan tinggi pada satu figur
pimpinan, serta belum tersedianya Peraturan Desa maupun Rencana Strategis
kelembagaan. Berdasarkan sintesis temuan ketiga sasaran tersebut, sasaran keempat
menghasilkan tiga strategi utama penguatan kelembagaan, yaitu penguatan fondasi
internal pengelola melalui penataan insentif ekonomi dan reaktivasi unit usaha
organik, penguatan tata kelola dan legalitas kelembagaan, serta perluasan kemitraan
eksternal dan cakupan pelayanan. Ketiga strategi ini disusun bukan sebagai tahapan
linear yang harus diselesaikan berurutan, melainkan sebagai kerangka prioritas
dengan hubungan umpan balik, di mana penguatan unit usaha berskala kecil turut
berperan menopang keberlanjutan fondasi kelembagaan itu sendiri. Penelitian ini
menunjukkan bahwa akar persoalan pengelolaan sampah di Desa Sarimukti bukan
terletak pada ketiadaan kelembagaan maupun ketiadaan kesediaan masyarakat
untuk berpartisipasi, melainkan pada rapuhnya fondasi internal kelembagaan bank
sampah itu sendiri.
Perpustakaan Digital ITB