Pencahayaan buatan merupakan faktor penentu hasil biomassa selada merah
(Lactuca sativa L.) pada sistem pertanian lingkungan terkontrol. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi spektrum high power light emitting diode (HPL)
yang optimal dalam meningkatkan akumulasi biomassa dan ekspansi morfologi
tanaman. Eksperimen dilakukan menggunakan lima perlakuan spektrum, yaitu P1
(warm white), P2 (pure white), P3 (cool white), P4 (merah:biru 1:1), dan P5
(merah:biru 3:1), dengan total cahaya harian (DLI) konstan sebesar 12,00
mol?m?²?d?¹ untuk memastikan kesetaraan input energi cahaya. Setiap perlakuan
diulang dalam empat ruang pertumbuhan dengan posisi yang diacak dalam
rancangan acak lengkap (RAL). Parameter yang diamati meliputi bobot basah,
bobot kering, luas daun total (TLA), dan luas daun terproyeksi (PLA), dengan
analisis statistik menggunakan ANOVA, uji Tukey’s HSD, serta Kruskal–Wallis
dan uji Dunn. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan P1 menghasilkan biomassa
tertinggi secara signifikan dengan bobot basah total 20,48 ± 2,41 g, bobot kering
total 1,47 ± 0,26 g, serta ekspansi tajuk maksimum (TLA 414,2 ± 36,65 cm²; PLA
260,72 ± 31,8 cm²), sedangkan perlakuan P4 menunjukkan kinerja terendah dengan
bobot basah 7,26 ± 0,15 g. Sementara itu, parameter ketebalan daun, jumlah daun,
rasio akar-tajuk (RSR), dan kadar air tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan
antar perlakuan. Disimpulkan bahwa spektrum warm white merupakan spektrum
paling efektif untuk memaksimalkan hasil biomassa dan morfologi selada merah,
sedangkan spektrum dengan dominansi cahaya biru cenderung menekan akumulasi
biomassa dan ekspansi kanopi pada kondisi penelitian ini. Temuan ini memberikan
dasar praktis dalam perancangan resep cahaya pada sistem budidaya dalam ruangan
untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Perpustakaan Digital ITB