Penelitian ini mengkaji fenomena aktivisme visual warga digital melalui gerakan
#ResetIndonesia di Instagram sebagai respons terhadap dislokasi politik
pascapemilu 2024 di Indonesia. Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana
artikulasi multimodal bekerja sebagai strategi komunikasi, memediasi resonansi
afektif, dan mengonstruksi wacana demokrasi. Dengan pendekatan kualitatif,
penelitian ini menerapkan Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA) untuk
menganalisis konten kolaborasi akun @mantapfunny dengan warga digital di
Instagram pada periode 29 Agustus hingga 4 September 2025. Hasil penelitian
menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, multimodalitasmelalui tipografi, warna,
ilustrasi, GIF, dan audio mengkonstruksi identitas resistensi warga digital yang
dicirikan oleh civil anger, solidaritas horizontal, dan orientasi etis-defensif. Kedua,
akun @mantapfunny berperan sebagai simpul distribusi wacana (discursive node)
yang memperluas sirkulasi, reproduksi, dan negosiasi makna melalui platform
affordance Instagram. Ketiga, #ResetIndonesia mengonstruksi perlawanan sipil
sebagai arena ganda kontestasi terhadap kuasa politik dan algoritmik dengan
orientasi yang tetap reformis. Penelitian ini menegaskan bahwa multimodalitas
bukan sekadar pilihan estetis, melainkan mekanisme diskursif yang memediasi afek
kolektif, memperkuat agensi warga, dan menegosiasikan legitimasi demokrasi di
ruang publik digital.
Perpustakaan Digital ITB