digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengkaji fenomena aktivisme visual warga digital melalui gerakan #ResetIndonesia di Instagram sebagai respons terhadap dislokasi politik pascapemilu 2024 di Indonesia. Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana artikulasi multimodal bekerja sebagai strategi komunikasi, memediasi resonansi afektif, dan mengonstruksi wacana demokrasi. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA) untuk menganalisis konten kolaborasi akun @mantapfunny dengan warga digital di Instagram pada periode 29 Agustus hingga 4 September 2025. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, multimodalitasmelalui tipografi, warna, ilustrasi, GIF, dan audio mengkonstruksi identitas resistensi warga digital yang dicirikan oleh civil anger, solidaritas horizontal, dan orientasi etis-defensif. Kedua, akun @mantapfunny berperan sebagai simpul distribusi wacana (discursive node) yang memperluas sirkulasi, reproduksi, dan negosiasi makna melalui platform affordance Instagram. Ketiga, #ResetIndonesia mengonstruksi perlawanan sipil sebagai arena ganda kontestasi terhadap kuasa politik dan algoritmik dengan orientasi yang tetap reformis. Penelitian ini menegaskan bahwa multimodalitas bukan sekadar pilihan estetis, melainkan mekanisme diskursif yang memediasi afek kolektif, memperkuat agensi warga, dan menegosiasikan legitimasi demokrasi di ruang publik digital.