Banjir pluvial di Jakarta mendominasi kejadian banjir akibat peningkatan koefisien limpasan (C) seiring perkembangan kawasan terbangun. Hal ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem, perubahan tata guna lahan, dan kapasitas sistem drainase yang belum memadai. Selain itu, penurunan muka tanah akibat ekstraksi air tanah yang berlebihan dan ketergantungan pada sumber air baku dari luar wilayah memperburuk situasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hidrologi dan hidraulika guna memahami pola debit banjir, mengevaluasi efektivitas penerapan prinsip zero delta Q (ZDQ) berbasis Sustainable Urban Drainage Systems (SuDS), serta merumuskan rekomendasi integrasi tata guna lahan dengan kapasitas sistem tata air untuk mengurangi risiko banjir pada kawasan strategis terpilih sekaligus mendukung penerapan Nature-based Solutions (NbS). Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif berbasis data spasial, hidrologi, dan hidraulika dengan menggunakan perangkat lunak QGIS dan model HEC-RAS 2D. Pemodelan dilakukan dengan lima skenario, yaitu: (1) kondisi eksisting, (2) normalisasi saluran penghubung (PHB), (3) normalisasi saluran dan penerapan ZDQ, (4) peningkatan kapasitas saluran, penerapan ZDQ, dan penyediaan tampungan berbasis SuDS, serta (5) integrasi skenario 4 dan sistem pompa. Evaluasi berdasarkan luas genangan, kedalaman genangan, durasi genangan, serta klasifikasi tingkat ancaman banjir mengacu peraturan yang berlaku. Hasil analisis skenario 1 menunjukkan bahwa sistem drainase belum mampu menampung debit Q10, dengan luas genangan mencapai 91,87 ha, kedalaman genangan rata-rata sebesar 0,55 m, dan durasi surut rata-rata selama 4 jam. Pelaksanaan intervensi skenario 2 sampai dengan 5 mampu menurunkan dampak banjir secara signifikan, terutama pada skenario 5 memberikan kinerja terbaik melalui penurunan luas genangan menjadi 0,01 ha (99,9%), kedalaman genangan rata-rata menjadi 0,10 m, serta percepatan durasi surut menjadi rata-rata 2 jam. Selain itu, penyediaan tampungan rekayasa sebesar 588 m³ pada skenario 4 dan 5 berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air baku alternatif. Penelitian ini juga merekomendasikan penerapan terintegrasi infrastruktur pengendalian banjir sebagai pendekatan yang dapat direplikasi pada kawasan lain untuk meningkatkan ketahanan terhadap banjir dan mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB